Puluhan anggota dari Partai Demokrat di Amerika Serikat mendesak agar Donald Trump dipecat dari posisinya sebagai Presiden melalui Amandemen ke-25 atau melalui proses pemakzulan. Tuntutan ini muncul setelah Trump mengeluarkan pernyataan yang mengancam akan menghancurkan seluruh peradaban Iran, hanya beberapa jam sebelum pengumuman gencatan senjata.
Hingga siang hari pada hari Selasa, lebih dari 70 anggota Demokrat di DPR dan Senat telah menyerukan untuk mencopot Trump dari jabatannya, termasuk mantan Ketua DPR, Nancy Pelosi.
“Ketidakstabilan yang ditunjukkan oleh Donald Trump semakin jelas dan berbahaya. Jika kabinet tidak mau menggunakan Amandemen ke-25 untuk mengembalikan kewarasan, maka Partai Republik harus segera memanggil sidang Kongres untuk mengakhiri krisis ini,” ujar Pelosi dalam keterangan yang diambil dari laporan CBS.
Sementara itu, Anggota DPR asal Connecticut, John Larson, juga mengungkapkan bahwa ia telah mengajukan pasal-pasal pemakzulan terhadap Trump. Namun, upaya ini diperkirakan akan gagal karena Partai Republik menguasai mayoritas suara di DPR.
Di luar lingkungan Kongres, beberapa tokoh konservatif yang sebelumnya merupakan pendukung setia Trump kini turut mengecam pernyataannya. Mantan anggota DPR, Marjorie Taylor Greene, dan tokoh teori konspirasi, Alex Jones, adalah di antara mereka yang menyerukan agar Trump dicopot dari jabatannya.
Dalam perkembangan terbaru, Amerika Serikat dan Iran telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata bersyarat selama dua minggu. Kesepakatan ini terjadi setelah intervensi diplomatik mendadak yang dipimpin oleh Pakistan, yang berhasil membatalkan ultimatum dari Trump yang sebelumnya menuntut Iran untuk menyerah atau menghadapi kehancuran yang besar.
Pengumuman Trump mengenai gencatan senjata ini disampaikan kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu yang ia tetapkan sendiri, yaitu pukul 8 malam waktu setempat, untuk melancarkan serangan terhadap infrastruktur penting di Iran. Rencana serangan ini sebelumnya telah diperingatkan oleh para ahli hukum internasional, sejumlah pejabat negara, hingga Paus, sebagai tindakan yang berpotensi dianggap sebagai kejahatan perang.
“Ini akan menjadi gencatan senjata yang saling menguntungkan! Kami sudah mencapai, bahkan melampaui, semua target militer, dan kini kami sangat dekat dengan kesepakatan akhir untuk perdamaian jangka panjang dengan Iran, serta stabilitas di Timur Tengah,” tulis Trump dalam pernyataannya.
➡️ Baca Juga: Perawat RSHS Bandung Serahkan Bayi Nina Saleha kepada Orang Lain, Ini Alasannya
➡️ Baca Juga: Erick Thohir: Timnas Indonesia Tunjukkan Kualitas Berkelas Meski Kalah Tipis dari Bulgaria
