Guncangan gempa berkekuatan 6,4 skala Richter melanda Sumatera Utara, tepatnya di daerah Simalungun, pada Sabtu sore sekitar pukul 17.57 WIB. Getaran yang cukup kuat ini dirasakan hingga ke kawasan Pantai Barat Semenanjung Malaysia, menunjukkan jangkauan dampak yang signifikan.
Badan Meteorologi Malaysia mengonfirmasi bahwa gempa tersebut tidak akan menyebabkan tsunami di wilayah mereka. Gempa bumi ini terjadi pada kedalaman 163 kilometer, berlokasi sekitar 10 kilometer ke arah tenggara dari Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episentrum gempa terletak pada koordinat 2,91 LU dan 98,93 BT. Hasil pemodelan tsunami juga menunjukkan bahwa kejadian ini tidak berpotensi menimbulkan bencana tsunami.
Dengan mempertimbangkan lokasi episentrum dan kedalaman hiposenternya, gempa ini tergolong sebagai gempa menengah yang diakibatkan oleh aktivitas subduksi lempeng. Fenomena ini sering terjadi di wilayah yang terletak di sekitar jalur pertemuan lempeng tektonik.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat melaporkan bahwa hingga saat ini belum ada indikasi kerusakan bangunan di daerah tersebut akibat gempa. Mereka terus memantau situasi untuk memastikan keselamatan warga.
“Walaupun guncangan gempa menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat, sejauh ini kami belum menemukan kerusakan pada bangunan warga,” ungkap Teuku Ronal, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, saat diwawancarai pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Menurut penjelasan Ronal, guncangan yang berasal dari gempa di Kabupaten Simalungun ini dirasakan oleh sebagian besar penduduk di Kota Meulaboh dan sekitarnya dengan skala intensitas V MMI. Hal ini menunjukkan bahwa getaran tersebut cukup kuat dan dapat membangunkan orang yang sedang tidur.
“Berdasarkan laporan yang kami terima hingga Sabtu malam, tidak ada laporan terkait kerusakan bangunan maupun korban jiwa di wilayah Kabupaten Aceh Barat,” lanjutnya.
Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa pusat gempa terletak pada koordinat 2,97 LU dan 98,95 BT, berada di darat pada jarak 11 km ke arah timur dari Simalungun, Sumatera Utara, dengan kedalaman hiposenter mencapai 163 km. Informasi ini sangat penting untuk pemahaman kita tentang aktivitas seismik di Indonesia.
➡️ Baca Juga: Jonatan Christie Ungkap Kenyataan: Gelar Indonesia Open Masih Belum Dikuasai
➡️ Baca Juga: Rekomendasi PC Gaming Terbaru untuk Pengalaman Bermain Imersif dan Lancar
