Iran Tegaskan Kedaulatan: Kami yang Menentukan Akhir Perang, Bukan Trump

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa mereka yang akan menentukan kapan dan bagaimana akhir dari konflik yang berkecamuk di Timur Tengah. Pernyataan ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa konflik tersebut akan segera berakhir.

“Kami yang berhak menentukan bagaimana perang ini akan berakhir,” demikian pernyataan resmi IRGC seperti yang dilaporkan oleh berbagai sumber, pada 10 Maret 2026.

Lebih lanjut, IRGC menyatakan bahwa perhitungan serta masa depan kawasan Timur Tengah kini sepenuhnya berada di tangan angkatan bersenjata Iran, bukan ditentukan oleh kekuatan militer Amerika Serikat.

“Persoalan dan status masa depan wilayah ini kini berada di tangan angkatan bersenjata kami, dan Amerika tidak akan menjadi penentu akhir dari konflik ini,” imbuh pernyataan IRGC.

IRGC juga menekankan bahwa Teheran tidak akan mengizinkan satu tetes pun minyak dari kawasan tersebut diekspor jika agresi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terus berlanjut.

Sebelumnya, Trump mengungkapkan bahwa perang melawan Iran diprediksi akan segera berakhir dalam waktu dekat. Dia bahkan menganggap konflik yang telah berlangsung selama sebelas hari dan menimbulkan kerusakan signifikan di Iran sebagai suatu bentuk aksi militer yang bersifat sementara.

Dalam sebuah wawancara di Doral, Florida, Trump mengklaim bahwa Amerika Serikat dan Israel telah menyerang sekitar 5.000 target sejak dimulainya perang pada 28 Februari, pasca tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Pernyataan Trump muncul di tengah demonstrasi kelompok-kelompok garis keras di Iran yang menunjukkan dukungan kepada pemimpin tertinggi baru, Mojtaba Khamenei, yang merupakan putra dari pemimpin sebelumnya. Penunjukan Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi dikonfirmasi pada 8 Maret, bersamaan dengan serangan Amerika Serikat dan Israel yang terus membombardir fasilitas nuklir Iran, daerah sipil, serta infrastruktur vital seperti kilang minyak dan pabrik desalinasi.

Walaupun Trump memberikan indikasi bahwa konflik mungkin akan segera mereda, ia tetap memperingatkan Iran bahwa mereka akan menghadapi serangan yang lebih besar jika terus mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz. Gangguan di jalur tersebut telah menyebabkan lonjakan harga minyak dunia, dengan harga minyak mentah Brent Crude yang sempat menyentuh angka 119 dolar AS per barel.

➡️ Baca Juga: Terendam Banjir, Proses Belajar di SMPN 3 Bonang Lumpuh

➡️ Baca Juga: Pemerintah Setujui Program Kampanye Sosial Demi Pemberdayaan Perempuan

Exit mobile version