Kapal Pertama Melintas Selat Hormuz Setelah Kesepakatan Gencatan Senjata Dicapai

Dua kapal tanker minyak berhasil melintasi Selat Hormuz pada hari Rabu, menjadi salah satu kapal pertama yang melalui jalur strategis ini sejak pernyataan gencatan senjata dikeluarkan. Data dari pelacak pelayaran Kpler menunjukkan, kedua kapal tersebut termasuk yang terdaftar di Yunani dan Liberia, sementara lalu lintas di selat ini masih sangat terbatas.

Sejak mulai terjadinya konflik, hanya sedikit kapal yang terlihat beroperasi di selat tersebut setiap harinya. Kpler mencatat bahwa lebih dari 400 kapal tanker dan jenis kapal lainnya masih terjebak di perairan Teluk Persia, menunggu situasi membaik untuk melanjutkan perjalanan mereka.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya menyatakan bahwa negara tersebut siap memberikan dukungan dalam mengelola aktivitas pengiriman di Selat Hormuz. Dalam sebuah postingan di platform Truth Social, Trump menegaskan komitmen Washington untuk meningkatkan lalu lintas di jalur air yang sangat penting ini.

Trump menyebut peristiwa ini sebagai “Hari Besar untuk Perdamaian Dunia,” dan menegaskan bahwa Iran juga menginginkan perdamaian, mengindikasikan bahwa mereka sudah merasa jenuh dengan konflik yang berkepanjangan. Ia percaya bahwa semua pihak menginginkan situasi yang lebih baik dan Amerika Serikat siap untuk berperan dalam meningkatkan aktivitas pengiriman di selat tersebut.

Dalam pernyataannya, Trump juga menekankan akan ada banyak “tindakan positif” ke depan, yang akan memungkinkan Iran untuk memulai proses rekonstruksi pasca-konflik setelah berbulan-bulan mengalami ketegangan.

Ia menambahkan bahwa potensi keuntungan ekonomi yang besar akan tercipta. Trump berjanji untuk mengatur pengiriman berbagai jenis persediaan ke Iran dan memastikan bahwa semua proses berjalan dengan lancar.

Presiden AS menggambarkan momen ini sebagai titik balik yang signifikan bagi kawasan Timur Tengah. Ia optimis bahwa situasi akan semakin baik, dan mencatat bahwa ini bisa menjadi awal dari “Zaman Keemasan Timur Tengah,” mirip dengan apa yang dialami di Amerika Serikat.

Pada malam Selasa, Trump mengumumkan bahwa AS telah mencapai kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran. Kesepakatan ini dicapai menjelang akhir batas waktu ultimatum yang diberikan kepada Iran.

Dalam unggahannya, Trump menyatakan bahwa keputusan untuk melakukan gencatan senjata diambil karena AS telah memenuhi, bahkan melampaui, semua tujuan militer yang ditetapkan. Ia juga merujuk pada kemajuan signifikan menuju perjanjian damai jangka panjang dengan Iran dan stabilitas di kawasan Timur Tengah.

Ia mengungkapkan bahwa AS telah menerima proposal 10 poin dari Iran, yang ia yakini dapat menjadi dasar yang kuat untuk melakukan negosiasi lebih lanjut.

➡️ Baca Juga: Cara Memilih Sarung Tangan Kiper dengan Daya Cengkeram Optimal untuk Performa Terbaik

➡️ Baca Juga: Presiden Prabowo Sambut Antusias Anak-anak Sekolah di Istana Negara

Exit mobile version