Jakarta – Kerusuhan yang melanda kawasan Slipi, Jakarta Barat, kembali menimbulkan dampak serius terhadap fasilitas publik di sekitarnya. Dalam aksi tersebut, sekelompok massa dilaporkan membakar dua sepeda motor serta merusak Pos Polisi yang terletak di daerah Pejompongan.
Hingga saat ini, identitas pemilik sepeda motor yang terbakar tersebut masih belum terungkap. Selain itu, Pos Polisi di Pejompongan mengalami kerusakan yang signifikan, baik pada struktur bangunan maupun berbagai fasilitas yang ada di dalamnya.
Ajun Komisaris Polisi Sudarmo, Kepala Bagian Operasional Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Barat, menyatakan bahwa Pos Polisi Lalu Lintas Slipi menjadi salah satu target perusakan oleh massa.
“Seperti yang dapat dilihat, pos kami di Slipi, baik yang berada di tengah maupun di pinggir, telah dirusak oleh massa. Sementara itu, untuk fasilitas lain, kami masih menunggu penanganan dari pihak Transjakarta yang belum merapikan separator. Namun, untuk wilayah Jakarta Barat, mulai dari Slipi hingga Tomang, alhamdulillah semua separator dan fasilitas lainnya sudah bersih,” ungkap Sudarmo pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Menurut Sudarmo, kerusakan yang terjadi di pos tersebut mencakup bagian bangunan dan juga beberapa fasilitas di dalamnya.
“Kerusakan yang terjadi hanya pada bangunan. Pos ini merupakan pos tetap, namun di dalamnya terdapat fasilitas seperti AC, kaca, dan lain-lain yang juga menjadi sasaran perusakan. Itu saja yang dirusak,” tambahnya.
Peristiwa kerusakan ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Pos Polisi yang sama sebelumnya juga mengalami perusakan pada kerusuhan yang berlangsung di tahun 2025.
“Ini sudah yang kedua kalinya dalam dua tahun terakhir. Tahun lalu, pos ini juga menjadi sasaran perusakan yang serupa,” jelas Sudarmo.
Hingga pagi hari pada tanggal 28 Agustus 2026, Sudarmo menegaskan bahwa kawasan Slipi tetap menjadi fokus perhatian aparat.
Dia menjelaskan bahwa situasi ini merupakan akibat dari pergerakan massa yang berasal dari Gedung DPR/MPR RI. Dia memastikan bahwa tindakan anarkis yang terjadi di wilayah Jakarta Barat terkonsentrasi di kawasan ini.
“Untuk saat ini, yang perlu diwaspadai adalah wilayah Jakarta Barat, khususnya Slipi, yang terkena dampak dari pendorongan massa dari gedung DPR/MPR. Slipi adalah titik yang paling perlu diperhatikan saat ini,” tutupnya.
➡️ Baca Juga: Teja Paku Alam Berpeluang Samai Rekor 12 Tahun Jelang Pertandingan Persib vs Bali United
➡️ Baca Juga: Aplikasi Efektif untuk Mencatat Biaya Perjalanan Wisata Agar Lebih Hemat dan Terencana
