Macan Tutul Masuk Permukiman Warga Cisarua, Terjebak dan Dievakuasi oleh Tim Berwenang

Seekor macan tutul liar dari kawasan Gunung Pangrango telah memasuki permukiman warga di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Dalam perjalanan tersebut, satwa ini terjerat dalam jebakan yang dipasang oleh penduduk setempat.

Asep Zaenal Muttaqin, Asisten Manajer Legal dan Umum PTPN I Regional 2, menjelaskan bahwa macan tutul yang terjebak tersebut berasal dari pegunungan dan memasuki area Gunung Mas sebelum akhirnya tertangkap.

“Macan tutul liar ini berasal dari kawasan Gunung Pangrango, kemudian memasuki daerah Gunung Mas, dan terjerat dalam jeratan yang dipasang oleh warga. Pihak BKSDA dan Taman Safari Indonesia kemudian melakukan penembakan bius untuk menanganinya,” ungkapnya.

Keberadaan macan tutul tersebut telah menjadi sumber kekhawatiran bagi warga setempat, mengingat satwa ini sering memangsa ayam peliharaan. Macan tutul tersebut diketahui berkelana di Kampung Batik RT 02 RW 02 pada malam hari sekitar pukul 21.25 WIB.

Evakuasi satwa liar ini dilakukan pada pagi hari oleh tim gabungan yang terdiri dari PTPN I Regional 2, BKSDA Bogor, Taman Safari Indonesia, aparat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta pengurus RT/RW.

Seluruh proses penanganan macan tutul tersebut dilakukan oleh BBKSDA Wilayah I Jawa Barat sesuai dengan prosedur perlindungan satwa liar. Saat ini, macan tutul tersebut sudah dievakuasi dan menjalani observasi di lokasi sementara di bawah pengawasan tim medis dan konservasi.

Asep juga menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Pada malam Rabu, macan tutul sempat jatuh ke atap dapur salah satu rumah warga hingga merusak atap saat mengejar ayam. Keesokan harinya, jejaknya ditemukan di sekitar kandang dan dilaporkan kepada RT serta kepala dusun.

Mengantisipasi kemungkinan macan tersebut kembali, warga memasang jebakan di sekitar kandang ayam pada Kamis siang. Malam harinya, suara macan terdengar di sekitar lokasi, dan saat diperiksa keesokan paginya, macan tutul tersebut sudah terjerat.

“Selanjutnya, tim evakuasi membawa macan tutul tersebut ke tempat penangkaran untuk dilakukan observasi. Setelah kondisi satwa membaik, termasuk luka pada kakinya akibat jeratan, macan tutul ini akan dilepaskan kembali ke habitat aslinya,” tambahnya.

➡️ Baca Juga: Prabowo Kembali Bawa Investasi Rp575 Triliun dari Jepang dan Korsel untuk Perekonomian Indonesia

➡️ Baca Juga: Erick Thohir Dukung Viona Amalia Adinda Putri, FPTI Lindungi Atlet dari Pelecehan Seksual

Exit mobile version