Jakarta – Jakarta Garuda Jaya menunjukkan semangat juang yang tak bisa dipandang sebelah mata. Dalam sebuah pertandingan yang dipenuhi ketegangan, tim muda ini berhasil membalikkan keadaan dan mengalahkan Surabaya Samator dengan skor 3-2 pada laga kedua perebutan peringkat ketiga Proliga 2026 yang berlangsung di GOR Amongrogo, Yogyakarta, pada Rabu, 22 April 2026.
Kemenangan ini lebih dari sekadar menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dalam format best of three. Garuda Jaya berhasil menunjukkan transformasi permainan yang signifikan, hal ini diakui langsung oleh pelatih mereka, Nur Widayanto.
“Anak-anak tampil lebih percaya diri dan terbuka dibandingkan dengan pertandingan sebelumnya,” ungkap Nur Widayanto setelah laga berakhir.
Pengakuan tersebut bukan tanpa alasan. Pada pertandingan pertama, Garuda Jaya terlihat tertekan dan mengalami kekalahan dalam straight set. Namun kali ini, mereka menunjukkan keberanian, agresivitas, dan kemampuan untuk mengatasi tekanan pada momen-momen krusial.
Sejak set pertama, Garuda Jaya langsung mengambil inisiatif. Kombinasi antara Dawuda dan Fauzan Nibras menjadi kunci serangan yang membuat pertahanan Samator kesulitan. Meskipun terjadi kejar-kejaran poin di akhir set, Garuda Jaya akhirnya mengunci kemenangan dengan skor 25-23.
Memasuki set kedua, tim Garuda Jaya sempat mempertahankan momentum positif. Namun, Samator tidak ingin kehilangan kendali dan mulai bangkit. Dengan permainan yang lebih rapi dan minim kesalahan, mereka berhasil membalikkan keadaan dan merebut set kedua dengan skor 25-22.
Momentum berpindah ke pihak Samator di set ketiga. Mereka tampil lebih percaya diri dan konsisten dalam menekan pertahanan Garuda Jaya. Meskipun ada perlawanan dari Garuda Jaya, Samator akhirnya mengamankan set ini dengan skor 25-19, sehingga unggul 2-1.
Dalam situasi yang menekan, mental Garuda Jaya benar-benar diuji. Set keempat diawali dengan beberapa kesalahan yang mengganggu ritme permainan mereka. Namun di sinilah karakter tim muda ini mulai muncul.
Garuda Jaya perlahan-lahan kembali bangkit, menyamakan kedudukan, dan akhirnya membalikkan keadaan. Mereka menutup set keempat dengan kemenangan 25-22, yang memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan.
Pada set kelima, laga berubah menjadi adu ketegangan yang sangat mendebarkan. Kedua tim saling bertukar poin sejak awal. Garuda Jaya sempat memimpin, tetapi Samator tidak tinggal diam dan bahkan berbalik memimpin.
Ketegangan mencapai puncaknya saat skor imbang 12-12. Dalam situasi genting tersebut, Garuda Jaya menunjukkan ketenangan yang lebih baik. Mereka berhasil mencetak dua poin penting untuk mencapai match point, sebelum akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 15-13.
➡️ Baca Juga: Kasus Andrie Yunus Perlu Diadili di Peradilan Umum untuk Mengungkap Aktor Utama
➡️ Baca Juga: Sistem Uang Online Fleksibel Tanpa Jam Kerja Tetap dan Beban Berlebih
