Peringati Maulid Nabi, Sarmuji Ajak Perkuat Keluarga Sebagai Fondasi Persatuan Umat dan Bangsa

DPP Pengajian Al-Hidayah menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menekankan pentingnya memperkuat ikatan keluarga sebagai pondasi persatuan umat dan bangsa.

Acara memperingati Maulid Nabi ini berlangsung di Ballroom Lantai II Grha DPP Partai Golkar, Jakarta, pada Selasa, 8 September 2026, dengan tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Menguatkan Keluarga, Umat, dan Persatuan Bangsa.”

Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, M. Sarmuji, mengingatkan para peserta bahwa peringatan Maulid Nabi tidak seharusnya dilihat sebagai sekadar acara seremonial belaka.

Momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW seharusnya dimanfaatkan sebagai peluang untuk mempelajari dan menerapkan keteladanan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Sarmuji menekankan bahwa sisi kemanusiaan Rasulullah sangat relevan dengan kehidupan umat. “Rasulullah berasal dari golongan kita sendiri. Maka, sifat kemanusiaannya adalah hal yang bisa kita tiru,” ungkap Sarmuji dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 9 September 2026. Ia menambahkan bahwa Rasulullah dapat menjadi teladan bagi semua kalangan, termasuk dalam konteks kehidupan berkeluarga.

Dalam aspek kepemimpinan, Rasulullah juga menunjukkan keteladanan yang luar biasa bagi masyarakat. Sarmuji menggarisbawahi bahwa meneladani Rasulullah tidak selalu harus dilakukan melalui tindakan besar. Umat bisa memulainya dengan kebiasaan-kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya, ia mengungkapkan pentingnya adab seperti masuk rumah dengan kaki kanan, makan menggunakan tangan kanan, dan masuk kamar mandi dengan kaki kiri. Kebiasaan-kebiasaan ini menunjukkan bahwa keteladanan Rasulullah bisa diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. “Oleh karena itu, peringatan Maulid Nabi seharusnya tidak hanya berhenti pada aspek seremonial, tetapi juga mendorong perubahan sikap dan perilaku. Semangat yang dibangun dalam peringatan Maulid Nabi oleh DPP Pengajian Al-Hidayah menempatkan keluarga sebagai titik awal untuk memperkuat persatuan,” jelas Sarmuji.

Ia menekankan bahwa keluarga yang menanamkan akhlak dan saling menghormati akan menciptakan individu yang mampu hidup berdampingan di tengah masyarakat yang beragam.

Keteladanan Rasulullah SAW bukan hanya sekadar tema yang dibahas dalam peringatan Maulid, tetapi seharusnya benar-benar terwujud dalam kehidupan keluarga, masyarakat, umat, dan bangsa.

“Melalui penguatan keluarga, persaudaraan yang solid, serta kepedulian sosial yang terus berkembang, Al-Hidayah diharapkan bisa berkontribusi dalam menjaga persatuan serta memperkuat kehidupan bangsa Indonesia,” ujarnya.

➡️ Baca Juga: Strategi Pemasaran Referral: Mengoptimalkan Kekuatan Word of Mouth di Era Digital untuk Peningkatan Peringkat Google

➡️ Baca Juga: UEFA dan Infantino Berkonflik, Rencana Perebutan Kursi FIFA 1 Muncul ke Permukaan

Exit mobile version