Presiden Barcelona Ungkap Alasan Gagalnya Comeback Lionel Messi di Klub

Presiden FC Barcelona, Joan Laporta, akhirnya memberikan penjelasan mengenai kegagalan kepulangan Lionel Messi ke Camp Nou pada tahun 2023. Dalam pernyataannya, ia juga membela penasihat klub, Alejandro Echevarria, yang turut menjadi sorotan dalam situasi yang kontroversial ini.

Sebelumnya, Xavi Hernandez, mantan pelatih Barcelona, menyatakan bahwa Laporta adalah pihak yang menghalangi rencana kembalinya Messi setelah pemain bintang itu meninggalkan Paris Saint-Germain.

Namun, Laporta dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Dalam debat pemilihan presiden klub yang berlangsung dengan rivalnya, Victor Font, ia mengungkapkan bahwa pernyataan Xavi diwarnai oleh rasa kecewa karena hasil prestasi yang diraih oleh tim saat ini tidak sebanding dengan prestasi pelatih baru, Hansi Flick.

Dalam penjelasannya, Laporta menguraikan berbagai kronologi yang menurutnya menjadi penyebab Messi tidak bisa kembali ke Barcelona.

“Saya bahkan telah menyiapkan draf kontrak untuk Messi. Dia datang ke rumah saya dan menyampaikan bahwa mereka telah memutuskan untuk lebih baik pindah ke Miami. Setelah itu, semua berakhir,” ungkap Laporta kepada Cadena Cope.

Laporta juga menambahkan bahwa mengangkat isu ini saat ini hanya akan memperburuk situasi menjelang pemilihan presiden klub yang akan datang.

Selama ini, Messi jarang membahas secara mendalam mengenai kegagalan transfer tersebut. Ia hanya sempat menyebut bahwa Barcelona perlu menjual beberapa pemain terlebih dahulu agar kesepakatan dapat terwujud.

Presiden La Liga, Javier Tebas, juga sempat menyatakan bahwa liga tidak dapat menyetujui kepulangan Messi akibat masalah batas gaji yang ada.

“Kami sebenarnya hampir memenuhi ketentuan financial fair play. Kontrak telah kami kirim ke Jorge (Messi), dan ketika kami menunggu jawabannya, bulan Mei pun tiba. Di akhir bulan itu, dia memberitahukan bahwa mereka memilih Inter Miami. Di situlah semuanya berakhir,” ujar Laporta.

Ia menegaskan bahwa ia tidak khawatir jika Messi atau ayahnya, Jorge, suatu saat membeberkan kisah sebenarnya mengenai situasi ini.

“Saya tidak merasa takut jika Messi atau Jorge berbicara. Saya yakin mereka akan menceritakan hal yang sama. Kami selalu saling memahami,” tambahnya.

Selain membahas Messi, wawancara dengan Xavi juga mengangkat pengaruh besar Alejandro Echevarria di belakang layar klub.

Echevarria sendiri pernah menjadi anggota direksi Barcelona pada periode pertama Laporta, sebelum memilih untuk mundur pada tahun 2005 setelah terungkap keterkaitannya dengan organisasi pendukung diktator Spanyol, Francisco Franco.

➡️ Baca Juga: Said Abdullah Serukan Indonesia Desak PBB untuk Sanksi Israel

➡️ Baca Juga: Klarifikasi Keluarga Virgoun Terkait Istri Hamil di Luar Nikah dan Penghasilan Fajar Sadboy Setahun

Exit mobile version