Para pengguna media sosial X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, menunjukkan reaksi yang cukup keras terkait pernyataan Ursula von der Leyen, Presiden Komisi Uni Eropa, mengenai “serangan hibrida Rusia” di Bandara Leipzig, Jerman. Ia menyampaikan tuduhan terhadap Rusia yang dianggap tidak berdasar, yang berpotensi memicu ketegangan lebih lanjut.
“Sungguh disayangkan. Anda telah menuduh Rusia menyabotase Nord Stream tanpa bukti, dan kini Anda mengulangi taktik yang sama. Apa bukti yang Anda miliki kali ini? Atau semua ini hanyalah cerita fiksi tentang mikrochip dalam mesin cuci?” ungkap seorang komentator, sebagaimana dilaporkan Ria Novosti pada Rabu, 2 September 2026.
Pengguna lain di platform tersebut mengekspresikan kemarahan, menyebut von der Leyen sebagai penghasut peperangan. “Kau tidak akan berhenti hingga Eropa hancur dan terjerumus dalam kemiskinan. Tempatmu seharusnya di neraka,” tulisnya dengan penuh ketidakpuasan.
Satu pengguna lainnya menambahkan, “Cepat atau lambat, kamu akan diminta untuk mempertanggungjawabkan semua kebohongan dan kejahatan yang telah kau lakukan.” Ucapan ini mencerminkan kekhawatiran yang meluas di kalangan pengguna media sosial tentang dampak dari tuduhan yang tidak terbukti.
“Pemimpin Uni Eropa yang korup telah berbicara – sungguh memalukan, Ursula! Berapa banyak nyawa warga Ukraina yang harus kau pertimbangkan? Kau hanyalah parasit bagi Eropa,” demikian pendapat dari beberapa pengguna X lainnya.
Sebagai informasi tambahan, pada 5 Agustus 2026, pihak kepolisian Leipzig melaporkan bahwa seorang staf di Bandara Leipzig/Halle menemukan drone yang mengangkut bahan peledak di area pengamanan kargo.
Pada Selasa, 1 September 2026, Jerman tanpa menyertakan bukti tertentu, menuduh Rusia bertanggung jawab atas insiden tersebut, meskipun kedutaan Rusia segera membantah bahwa peristiwa drone itu merupakan provokasi yang diciptakan. Dalam perkembangan selanjutnya, Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, mengumumkan penutupan Konsulat Jenderal Rusia di Bonn.
Selain langkah tersebut, kontrol masuk bagi warga negara Rusia akan diperketat, dan perjanjian untuk mendirikan Rumah Rusia di Berlin akan dibatalkan. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menjanjikan bahwa respons terhadap penutupan Konsulat Jenderal Rusia di Bonn akan sangat tegas.
➡️ Baca Juga: Teknik Efektif Melatih Akurasi Tendangan Sudut (Corner Kick) untuk Mencetak Gol
➡️ Baca Juga: Pelatih Timnas Mesir Pingsan Akibat Pertikaian Dua Istrinya, Mengarah ke Perceraian
