Kementerian Luar Negeri Qatar menilai bahwa serangan yang dilakukan oleh Israel terhadap ladang gas yang mereka kelola bersama Iran merupakan tindakan yang “sangat berbahaya dan tidak bertanggung jawab.”
Dalam pernyataannya melalui platform X, juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, menyatakan bahwa serangan Israel terhadap fasilitas yang berhubungan dengan ladang South Pars di Iran—yang merupakan perpanjangan dari Ladang Utara milik Qatar—adalah sebuah langkah yang berisiko tinggi, terutama di tengah eskalasi ketegangan militer yang terjadi di kawasan saat ini.
Al-Ansari juga memberikan peringatan bahwa serangan terhadap infrastruktur energi dapat menjadi “ancaman serius bagi keamanan energi global serta bagi masyarakat di kawasan dan sekitarnya.”
Kementerian Luar Negeri Qatar mendesak semua pihak yang terlibat dalam konflik untuk menahan diri dari serangan terhadap infrastruktur yang vital, mematuhi hukum internasional, dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk meredakan ketegangan di wilayah tersebut.
Di sisi lain, kantor berita Tasnim melaporkan bahwa pada hari yang sama, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap fasilitas energi di ladang gas South Pars, yang dikenal sebagai ladang gas terbesar di Iran. Selain itu, mereka juga menyerang zona industri Asaluyeh, yang merupakan lokasi pemrosesan gas.
Setelah serangan tersebut, dilaporkan terjadi kebakaran di Asaluyeh akibat tangki penyimpanan dan fasilitas pengolahan yang terkena dampak dari serangan tersebut.
➡️ Baca Juga: Mengapa Kamu Harus Mulai Tertarik dengan Kesehatan
➡️ Baca Juga: Kolaborasi Moratelindo dan TKMT Dorong Keamanan Jaringan Bisnis
