Produksi Padi Februari 2026 Meningkat 27,41 Persen, Capai 5,05 Juta Ton menurut BPS

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa luas panen padi pada bulan Februari 2026 diperkirakan mencapai 0,94 juta hektare (ha). Angka ini menunjukkan adanya perkembangan signifikan dalam sektor pertanian padi di Indonesia.

Kenaikan ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 23,62 persen dibandingkan dengan luas panen pada Februari 2025 yang tercatat sebesar 0,76 juta ha. Hal ini menunjukkan adanya upaya yang berhasil dalam meningkatkan hasil pertanian, yang tentunya berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.

Ateng menjelaskan bahwa peningkatan luas panen ini berimbas positif pada produksi padi, yang pada Februari 2026 diprediksi mencapai 5,05 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Ini adalah langkah maju yang signifikan untuk memenuhi permintaan beras di dalam negeri.

“Dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, produksi padi ini mengalami lonjakan sebesar 27,41 persen,” ungkap Ateng dalam konferensi pers yang dilakukan secara daring pada Rabu, 1 April 2026. Peningkatan ini menjadi kabar baik bagi para petani dan pelaku industri pertanian.

Di sisi lain, Ateng juga melaporkan bahwa potensi luas panen padi pada periode Maret hingga Mei 2026 diperkirakan mencapai 3,85 juta ha. Namun, angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,46 juta ha atau sekitar 10,60 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Ini menandakan bahwa tantangan dalam produksi padi masih harus dihadapi.

Potensi produksi padi untuk Maret hingga Mei 2026 diperkirakan akan mencapai 20,68 juta ton GKG, meskipun angka ini mengalami penurunan sebesar 11,12 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada peningkatan pada bulan Februari, ada beberapa tantangan yang harus diatasi untuk menjaga stabilitas produksi ke depan.

Sementara itu, Ateng juga memperkirakan produksi beras selama periode yang sama akan mencapai 11,91 juta ton. Ini menunjukkan penurunan sebesar 11,11 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Penurunan ini menjadi perhatian, mengingat beras merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat.

Di sektor lain, Ateng melaporkan bahwa luas panen jagung pada Februari 2026 mencapai 0,31 juta ha, yang menunjukkan penurunan sebesar 7,02 persen jika dibandingkan dengan Februari 2025. Ini menandakan adanya tantangan yang dihadapi oleh para petani jagung di tanah air.

Produksi jagung pada Februari 2026 tercatat sebesar 1,77 juta ton jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen (JPK KA 14 persen). Angka ini juga mengalami penurunan sebesar 4,91 persen dibandingkan dengan Februari tahun lalu, yang mencerminkan adanya fluktuasi dalam hasil panen jagung di Indonesia.

Secara keseluruhan, meskipun terdapat peningkatan dalam produksi padi pada Februari 2026, tantangan tetap ada di depan mata. Penurunan potensi panen dan produksi pada bulan-bulan mendatang menjadi perhatian penting bagi pemerintah dan petani untuk memastikan ketahanan pangan tetap terjaga.

➡️ Baca Juga: Aplikasi VPN Gratis yang Terpercaya & Tanpa Log untuk Berselancar Aman di Jaringan Publik

➡️ Baca Juga: 39 Buku Karya Resmi Terdaftar HAKI, Wakapolri: Polisi Modern Harus Tingkatkan Keterampilan Selain Otot

Exit mobile version