Atlet Kickboxing Viona Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual di Dunia Olahraga dengan Berani

Keberanian atlet kickboxing nasional, Viona Amalia Adinda Putri, dalam mengungkapkan dugaan kasus kekerasan seksual yang dialaminya bukanlah sebuah keputusan yang diambil secara sembarangan. Di balik sikapnya yang berani untuk berbicara di hadapan publik, terdapat perjalanan panjang yang dipenuhi rasa cemas, malu, dan upaya mencari perlindungan yang ia rasa tidak kunjung ia dapatkan.
Viona menjelaskan bahwa langkah awalnya tidak langsung melaporkan kasus tersebut ke jalur hukum. Ia memilih untuk menempuh proses internal terlebih dahulu dengan mengajukan laporan tentang dugaan insiden ini kepada federasi kickboxing.
“Saya telah membuat aduan resmi kepada PP KBI, dan terus melakukan tindak lanjut melalui WhatsApp dan telepon. Akhirnya, mereka membentuk tim kode etik,” jelas Viona dalam keterangan yang disampaikan oleh Kemenpora pada Rabu, 18 Maret 2026.
Namun, proses internal yang dijalani Viona tidak memberikan solusi yang diharapkan. Ia merasa bahwa perlindungan yang seharusnya ia terima sebagai seorang atlet tidak benar-benar terwujud.
Oleh karena itu, Viona mengambil langkah lebih lanjut dengan melaporkan dugaan pelaku kepada pihak kepolisian. Sebelum melangkah jauh, ia juga sempat menyampaikan aduan kepada KONI di tingkat daerah.
Peristiwa yang ia laporkan terjadi saat Viona sedang menjalani masa latihan yang sangat intensif. Di tengah persiapan untuk kompetisi, ia mengaku mengalami perlakuan yang tidak pantas dari seseorang yang diduga sebagai pelaku.
Meskipun kini ia berani bersuara, Viona mengakui bahwa awalnya ia diliputi rasa malu dan kekurangan keberanian untuk mengakui dirinya sebagai korban. Hal ini yang membuatnya memilih untuk melaporkan secara internal terlebih dahulu.
“Jujur, pada awalnya saya merasa malu dan tidak memiliki keberanian. Itulah sebabnya saya hanya melapor secara internal (ke federasi) sesuai prosedur,” ungkapnya.
Dalam proses pelaporan ke pihak kepolisian, Viona bahkan menjalani semua tahapan tersebut sendirian tanpa didampingi oleh kuasa hukum. Langkah ini diambil sebagai bentuk perjuangan untuk menjaga harga diri sekaligus mencari keadilan yang ia rasa sangat diperlukan.
Di tengah proses hukum yang masih berlangsung, Viona berharap pengalamannya dapat menjadi pengingat bagi atlet perempuan lainnya untuk tidak takut melindungi diri dan melaporkan jika menghadapi situasi serupa.
“Saya ingin mengingatkan kepada atlet perempuan untuk menjaga diri masing-masing. Jangan ragu untuk melapor. Mungkin kejadian seperti ini banyak terjadi, tetapi jarang yang mau berbicara,” ujarnya.
➡️ Baca Juga: OJK Terbitkan Aturan Baru untuk Lindungi Konsumen Pinjol
➡️ Baca Juga: Cara Mendaftar Beasiswa S1 di Universitas Terbaik Indonesia




