Direktur Go Ahead Eagles Konfirmasi Status Warga Belanda Dean James Saat Ini

Direktur Go Ahead Eagles, Jan Willem van Dop, menegaskan bahwa Dean James masih terdaftar sebagai warga negara Belanda.
Pernyataan ini disampaikan oleh Van Dop di tengah kontroversi yang muncul setelah NAC Breda mengajukan protes kepada KNVB mengenai status kewarganegaraan Dean James, yang mereka klaim sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).
Kontroversi ini berawal dari kekalahan telak NAC Breda dengan skor 0-6 di tangan Go Ahead Eagles pada laga yang berlangsung di De Adelaarshorst, Deventer, pada tanggal 15 Maret 2026.
NAC Breda mempertanyakan perubahan status kewarganegaraan James menjadi WNI pada Maret 2025, yang mereka anggap berdampak pada kelayakannya sebagai pemain non-Uni Eropa.
Menanggapi protes tersebut, Van Dop menunjukkan keberatan terhadap langkah NAC Breda yang meminta agar pertandingan dinyatakan tidak sah. Ia menilai tuntutan itu tidak memiliki dasar yang kuat.
“Ya, tentu saja. Apa yang mereka harapkan? Semoga berhasil. Saya bahkan tidak akan terlibat dalam perdebatan dengan mereka (NAC). Mereka bebas melakukan apa pun yang mereka inginkan,” ungkap Van Dop seperti yang dilansir dari ESPN Nederland.
Van Dop juga menegaskan bahwa pihaknya tidak merasa khawatir dengan proses yang sedang berlangsung di KNVB. Ia berpendapat bahwa protes NAC tampaknya merupakan upaya untuk memanfaatkan situasi demi meraih poin di klasemen.
“Saya percaya percakapan mengenai hal ini akan sangat singkat. Semoga berhasil, saya mengerti mereka akan memanfaatkan setiap kesempatan untuk mendapatkan lebih banyak poin,” tambahnya.
Lebih lanjut, Van Dop menyatakan bahwa berdasarkan data resmi, status kewarganegaraan Dean James masih tercatat sebagai warga negara Belanda. Ia mengonfirmasi telah memeriksa langsung melalui sistem administrasi pemerintah.
“Saya mengakses Mijn Overheid dengan data Dean James kemarin. Semua informasi mengenai dirinya tercantum secara jelas di sana, termasuk kewarganegaraannya yang tercatat sebagai Belanda,” jelasnya.
Van Dop menekankan bahwa fakta tersebut menjadi dasar bahwa klubnya tidak melakukan pelanggaran. “Saya bisa memberikan penjelasan panjang lebar tentang ini, tetapi inilah faktanya. Sekarang terserah KNVB untuk mengambil keputusan,” imbuhnya.
Di sisi lain, Van Dop juga mengingatkan bahwa NAC Breda pernah terlibat dalam kasus pelanggaran yang melibatkan pemain non-Uni Eropa sebelumnya.
“NAC harus diingat, adalah yang pertama kali menghadapi pelanggaran terkait pemain non-Uni Eropa. Mereka dikenakan denda pada saat itu,” kata Van Dop.
Meskipun begitu, ia menyatakan kesiapan untuk menerima konsekuensi jika KNVB menemukan adanya pelanggaran. Namun, ia meragukan kemungkinan adanya laga ulang, sembari menunggu keputusan resmi dari federasi.
➡️ Baca Juga: Mengenal Ciri Tubuh Berupa Talus: Penyebab dan Pengobatan
➡️ Baca Juga: Donald Trump Memanfaatkan Penutupan Selat Hormuz untuk Meningkatkan Keuntungan




