Donald Trump Memanfaatkan Penutupan Selat Hormuz untuk Meningkatkan Keuntungan

Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran telah menimbulkan kekhawatiran serius mengenai kemungkinan eskalasi militer di Timur Tengah. Ancaman ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak yang signifikan, yang pada gilirannya dapat mengakibatkan kenaikan harga bahan bakar di stasiun pengisian dan memperlambat pertumbuhan ekonomi global.
Pada akhir pekan lalu, Amerika Serikat meluncurkan operasi militer besar-besaran di Iran, segera setelah Israel melakukan serangan ke jantung Tehran. Dalam beberapa jam setelah serangan tersebut, Garda Revolusi Iran mengeluarkan peringatan kepada kapal-kapal tanker yang berlayar di Selat Hormuz, menegaskan bahwa tidak ada kapal yang diizinkan untuk melintasi jalur strategis ini.
Iran bahkan mengancam akan membakar kapal-kapal yang berusaha melewati selat tersebut. Penutupan selat ini akan berdampak luas, berpotensi meningkatkan harga barang dan jasa secara global, sebab naiknya harga minyak berimplikasi langsung pada kondisi ekonomi dunia.
Di tengah situasi yang semakin tegang, Presiden AS Donald Trump mengusulkan skema asuransi risiko politik dan pengawalan Angkatan Laut untuk kapal-kapal yang beroperasi di Teluk Persia. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya serangan terhadap tanker minyak di sekitar Selat Hormuz.
“Efektif SEGERA, saya telah memerintahkan United States Development Finance Corporation (DFC) untuk menyediakan, dengan harga yang sangat wajar, asuransi risiko politik dan jaminan keamanan finansial bagi SELURUH perdagangan maritim, terutama energi, yang melintasi Teluk,” ungkap Trump melalui platform Truth Social yang dikutip dari Business Insider pada 5 Maret 2026.
Detail lebih lanjut tentang instruksi ini belum diumumkan. Namun, Trump menambahkan bahwa Angkatan Laut AS akan bersiap memberikan pengawalan bagi kapal tanker jika situasi mengharuskannya.
Sementara itu, juru bicara Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan Trump tentang langkah-langkah ini.
Pernyataan jaminan dari Trump muncul di tengah konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah, yang telah berdampak pada keamanan pengiriman kapal-kapal di Selat Hormuz.
Pada hari Minggu, sejumlah kapal dilaporkan menjadi sasaran serangan, termasuk sebuah tanker minyak yang dikenakan sanksi oleh AS, menurut informasi dari Pusat Keamanan Maritim Oman.
Serangan dan potensi ancaman terhadap pengiriman energi telah menyebabkan lonjakan harga minyak yang signifikan. Harga minyak mentah bahkan sempat meroket lebih dari 12 persen setelah pasar bereaksi terhadap serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir pekan lalu.
➡️ Baca Juga: Kemendikbud Luncurkan Program Digitalisasi Teknologi Hijau
➡️ Baca Juga: Pengadilan Tolak Gugatan Sengketa Tanah di Pulau Rempang




