Emil Audero Kebobolan Lagi dari Set Piece, Pelatih Cremonese Tunjukkan Kekesalan

Pelatih Cremonese, Davide Nicola, menyoroti kekurangan timnya dalam menghadapi situasi bola mati setelah mengalami kekalahan 1-2 dari Lecce pada pekan ke-28 Liga Italia 2025–2026 yang berlangsung di Stadio Via del Mare pada Minggu, 8 Maret 2026. Kekecewaan Nicola sangat terasa, terutama karena kebobolan di momen krusial tersebut.
Dalam pertandingan tersebut, Cremonese harus menerima dua gol dari tim tuan rumah. Gol pembuka Lecce tercipta pada menit ke-22 lewat sundulan dari Santiago Perotti, yang berhasil memanfaatkan umpan sepak pojok. Emil Audero, kiper Cremonese sekaligus penjaga gawang tim nasional Indonesia, tidak berhasil menghalau bola yang datang dari sudut tersebut.
Tuan rumah kemudian memperbesar keunggulan mereka 16 menit setelahnya melalui penalti yang dieksekusi oleh Nicola Stulic. Meski Cremonese mampu memperkecil ketertinggalan berkat gol Federico Bonazzoli, hasil akhir tetap mengecewakan bagi tim yang diarsiteki Nicola.
Nicola secara terbuka mengakui bahwa gol pertama Lecce mencerminkan kelemahan timnya dalam menghadapi situasi bola mati. Ia menegaskan bahwa persoalan ini harus segera diatasi untuk memperbaiki performa tim ke depannya.
“Ini merupakan kali keempat kami kebobolan dari situasi bola mati, dan jelas ada yang tidak beres,” ungkap Nicola dalam wawancaranya yang dilansir dari Tuttomercato.
Ia menambahkan bahwa Cremonese perlu menemukan alternatif solusi agar tidak terus-menerus terjebak dalam kesalahan yang sama di laga-laga mendatang.
“Kami harus mencari cara berbeda, dan kami berkomitmen untuk melakukannya. Segalanya berawal dari semangat dan ketidakpuasan yang dirasakan saat menghadapi situasi tersebut,” jelas Nicola.
Seperti yang dia sampaikan, Cremonese telah kebobolan empat gol dari situasi bola mati di Serie A musim ini. Meskipun demikian, mereka masih bukan tim dengan catatan terburuk dalam kategori ini.
Udinese dan Napoli tercatat sebagai tim yang paling sering kebobolan dalam situasi serupa, masing-masing dengan tujuh gol yang bersarang di gawang mereka.
Namun, jika dilihat secara keseluruhan, lini pertahanan Cremonese merupakan salah satu yang paling lemah di Liga Italia musim ini. Hingga pekan ke-28, tim yang diperkuat Emil Audero itu telah kebobolan 40 gol.
Jumlah kebobolan tersebut hanya lebih baik dibandingkan beberapa tim lain, seperti Hellas Verona dan Torino yang masing-masing telah kebobolan 49 gol, diikuti oleh Pisa dengan 48 gol, Fiorentina 42 gol, dan Udinese 41 gol.
Kekalahan dari Lecce juga berdampak serius pada posisi Cremonese di klasemen. Tim ini kini terpuruk di peringkat ke-18, yang merupakan zona degradasi, dengan mengumpulkan 24 poin dari 28 pertandingan yang telah dilakoni.
➡️ Baca Juga: Kebijakan Baru tentang Lingkungan Resmi Diberlakukan Mulai Juli
➡️ Baca Juga: Harga BBM Subsidi Akan Naik Jika APBN Tidak Mampu Menyesuaikan Harga Minyak Dunia



