Roblox Terapkan Pembatasan Akun untuk Pengguna di Bawah 16 Tahun

Roblox, sebagai salah satu platform game global terkemuka, baru-baru ini mengumumkan langkah signifikan untuk mematuhi regulasi baru dari pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan perlindungan anak dalam ruang digital.
Inisiatif ini diambil sebagai respons terhadap kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), yang bertujuan untuk memperketat akses ke media sosial serta platform yang dianggap berisiko bagi pengguna di bawah usia 16 tahun.
Dalam pernyataan resminya, Roblox menegaskan komitmennya terhadap hukum dan norma yang berlaku di Indonesia. Pihak Roblox juga mengapresiasi peran aktif Komdigi dan PP TUNAS dalam menciptakan lingkungan online yang lebih aman bagi anak-anak dan keluarga.
“Kami berkomitmen untuk menjalankan standar global terkait keamanan, etika, dan perilaku baik di ruang digital,” ungkap Roblox dalam pengumuman yang dirilis pada 6 April 2026.
Sebagai langkah untuk mematuhi regulasi nasional yang mulai berlaku pada 28 Maret 2026, Roblox akan meluncurkan kontrol tambahan bagi para pemain yang berada di Indonesia. Beberapa perubahan penting yang akan diterapkan meliputi:
– Kontrol Konten dan Komunikasi: Roblox akan membatasi fitur interaksi sosial seperti chat dan komunikasi suara bagi pengguna di bawah 16 tahun, guna mengurangi risiko mereka terpapar konten negatif.
– Mode “Offline” untuk Anak di Bawah 13 Tahun: Dalam koordinasi dengan pemerintah, ada rencana untuk menyediakan fitur khusus yang memungkinkan anak-anak bermain tanpa akses penuh ke interaksi daring.
– Sensor Berbasis AI: Roblox akan memperkuat penggunaan teknologi kecerdasan buatan untuk menyaring bahasa yang tidak pantas dan perilaku yang tidak sesuai secara real-time, demi melindungi pengguna yang lebih muda.
Transisi ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk memastikan bahwa anak-anak hanya mengakses platform digital ketika mereka sudah siap secara usia dan mental.
Roblox juga mengajak orang tua di Indonesia untuk memanfaatkan fitur Kontrol Orang Tua yang telah tersedia, agar mereka dapat memantau aktivitas bermain anak-anak mereka dengan lebih baik.
Sebagai tambahan, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, sebelumnya telah memberikan peringatan kepada berbagai platform digital, termasuk Roblox, untuk segera menyesuaikan sistem mereka demi melindungi keselamatan generasi muda di Indonesia.
➡️ Baca Juga: Persija Terkendala Dua Kali Kemenangan Akibat Kualitas Rumput Jelek di JIS
➡️ Baca Juga: Bisnis Rumahan Berbasis Keahlian Praktis yang Mudah Dipelajari untuk Pemula dan Menguntungkan




