Bursa Asia Menguat di Tengah Ketegangan Timur Tengah, Kospi Korea Selatan Melonjak Signifikan

Bursa Asia-Pasifik menunjukkan performa yang positif saat pembukaan perdagangan pada Selasa, 11 Maret 2026. Kenaikan ini terjadi di tengah perhatian pelaku pasar yang terus memantau dampak dari ketegangan yang terjadi di wilayah Timur Tengah.
Harga minyak mentah global mengalami penurunan setelah sebelumnya mengalami lonjakan mendekati angka US$120 per barel. Investor percaya bahwa sejumlah negara akan memanfaatkan cadangan minyak mentah darurat mereka untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.
David Johnson, CEO dari sebuah perusahaan jasa keuangan, mengungkapkan, “Ketika harga energi mengalami kenaikan, konsumen cenderung menghabiskan lebih banyak untuk bahan bakar dan utilitas, sehingga mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan lainnya. Hal ini secara tidak langsung dapat memperlambat permintaan di seluruh sektor ekonomi.” Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara yang dipublikasikan oleh CNBC Internasional pada Rabu, 11 Maret 2026.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 mengalami kenaikan signifikan sebesar 1,36 persen, sementara indeks Topix juga menunjukkan penguatan dengan kenaikan sebesar 1,22 persen.
Sementara itu, di Korea Selatan, indeks Kospi mencatat lonjakan yang mencolok dengan peningkatan sebesar 2,52 persen. Indeks Kosdaq, yang terdiri dari saham-saham kecil, juga menunjukkan performa positif dengan kenaikan 1,39 persen.
Indeks Hang Seng di Hong Kong berjangka terpantau berada di level 25.936, mengalami penurunan tipis dari posisi sebelumnya yang tercatat di angka 25.959,9. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 melonjak 0,35 persen pada awal perdagangan.
Bursa saham di AS, khususnya Wall Street, menunjukkan volatilitas seiring dengan penurunan harga minyak, di mana para trader terus memantau perkembangan konflik di Iran.
Indeks S&P 500 mengalami penurunan sebesar 0,21 persen, berakhir pada angka 6.781,48.
Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average mengalami penurunan 34,29 poin atau 0,07 persen, sehingga berada di level 47.706,51. Indeks Nasdaq Composite, di sisi lain, hanya mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,01 persen, berakhir di angka 22.697,10.
➡️ Baca Juga: Jadwal Cuti Bersama dan Libur Lebaran 2026: Catat Tanggal Penting Ini!
➡️ Baca Juga: Motorola Moto G45 Resmi Dirilis di Indonesia, Ini Harga dan Spesifikasinya




