Hampir 50% Lulusan UIN Jakarta Telah Mendapatkan Pekerjaan Sebelum Wisuda

Jakarta – Laporan Tracer Study yang dilakukan oleh Pusat Karir Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menunjukkan bahwa hampir setengah dari lulusan tahun 2025 telah berhasil mendapatkan pekerjaan sebelum mereka resmi diwisuda.
Sebanyak 49,69 persen lulusan menyatakan bahwa mereka sudah memperoleh pekerjaan sebelum menyelesaikan studi mereka. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan 44,41 persen pada tahun 2024 dan 38,00 persen pada tahun 2023.
Namun, total persentase lulusan yang telah bekerja pada tahun 2025 tercatat mencapai 49,72 persen, yang merupakan penurunan dari 61,06 persen pada tahun 2024 dan 62,71 persen pada tahun 2023. Penurunan ini disebabkan oleh banyaknya lulusan yang telah mendapatkan pekerjaan sebelum mereka menyelesaikan studi.
Laporan tersebut juga mengindikasikan bahwa masa tunggu untuk mendapatkan pekerjaan menjadi lebih singkat. Sebanyak 44,51 persen dari lulusan 2025 berhasil mendapatkan pekerjaan dalam waktu kurang dari enam bulan setelah mereka lulus.
Sementara itu, proporsi lulusan yang memperoleh pekerjaan dalam jangka waktu 6 hingga 18 bulan mengalami penurunan drastis, dari 19,73 persen pada tahun 2023 menjadi hanya 5,34 persen pada tahun 2025. Di sisi lain, hanya 0,39 persen lulusan yang harus menunggu lebih dari 18 bulan untuk mendapatkan pekerjaan.
Muhammad Kholis Hamdy, Kepala Pusat Karir UIN Jakarta, mengungkapkan bahwa pihak kampus berupaya untuk mempersiapkan mahasiswa dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
“Mahasiswa tidak hanya perlu unggul dalam aspek akademik, tetapi juga harus memiliki keterampilan yang relevan dengan industri, seperti kemampuan komunikasi, literasi digital, kepemimpinan, dan pengalaman kerja melalui magang,” ujarnya pada Kamis, 2 April 2026.
Ia juga menambahkan bahwa Pusat Karir telah melaksanakan berbagai program untuk mendukung kesiapan kerja mahasiswa.
“Kami menyelenggarakan pelatihan soft skill, karir coaching, job fair, serta memperkuat jaringan dengan dunia usaha dan industri,” tambahnya.
Rektor UIN Jakarta, Asep Saepudin Jahar, menilai bahwa data yang diperoleh menunjukkan bahwa lulusan memiliki kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja.
“Data ini menunjukkan bahwa lulusan tidak hanya memiliki keunggulan akademis, tetapi juga kemampuan dan adaptabilitas yang diperlukan dalam dunia profesional,” jelas Asep.
Ia menambahkan bahwa UIN Jakarta akan terus menyesuaikan kurikulum, memperkuat program magang, serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas lulusan.
“UIN Jakarta berkomitmen untuk terus memperkuat strategi melalui pembaruan kurikulum, pengembangan program magang, serta memperluas jaringan dengan industri,” tegasnya.
Kamarusdiana, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Syariah dan Hukum, menyebutkan bahwa lulusan dari UIN Jakarta telah tersebar di berbagai sektor industri.
“Lulusan kami tidak hanya berkarir di bidang hukum, tetapi juga terlibat dalam sektor perbankan syariah dan berbagai bidang lainnya,” kata Kamarusdiana.
➡️ Baca Juga: Inkonsistensi Kebijakan Pendidikan RI: Analisis dan Solusi
➡️ Baca Juga: Update Terkini: Penghargaan Musik Denpasar Berjalan Penuh Antusiasme




