Jenazah Tiga Prajurit TNI UNIFIL yang Gugur di Lebanon Kembali ke Tanah Air

Tiga jenazah prajurit TNI dari Pasukan Sementara PBB UNIFIL yang kehilangan nyawa dalam misi perdamaian di Lebanon, tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Sabtu sore, 4 April 2026.
Ketiga jenazah prajurit TNI tersebut tiba dengan menggunakan pesawat kargo Garuda Indonesia, yang mendarat di area Terminal 3 VVIP, sekitar pukul 17.58 WIB. Sejumlah prajurit TNI telah bersiaga untuk menyambut kedatangan peti jenazah dan segera memindahkannya ke dalam tiga mobil ambulans yang telah disiapkan.
Setelah itu, dengan pengawalan yang ketat, jenazah dibawa menuju tempat persemayaman di ruang VIP Bandara Soekarno-Hatta. Di sana, akan dilaksanakan upacara persemayaman dan pelepasan jenazah di apron VIP room, yang dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
Selanjutnya, jenazah ketiga prajurit tersebut akan diberangkatkan ke Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, untuk disemayamkan sebelum akhirnya dipulangkan ke daerah asal masing-masing.
Ketiga prajurit TNI yang gugur dalam insiden tersebut adalah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) M. Nur Ichwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadon. Mereka kehilangan nyawa akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu malam, 29-30 Maret 2026.
Pada hari Kamis, 2 April 2026, UNIFIL telah menggelar upacara penghormatan terakhir untuk ketiga prajurit tersebut. Upacara ini dilaksanakan di hanggar Angkatan Udara Lebanon di Beirut dan dipimpin langsung oleh Force Commander (FC)/Head of Mission UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara.
Acara memorial ini juga dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Lebanon beserta staf KBRI, Atase Pertahanan RI di Kairo, perwakilan dari United Nations Headquarters (UNHQ) di New York, serta unsur militer Lebanon dan kontingen internasional lainnya.
Upacara tersebut menjadi momen yang sangat emosional, di mana banyak yang merasakan kesedihan mendalam atas pengorbanan yang telah diberikan oleh ketiga prajurit tersebut dalam menjalankan misi perdamaian. Penghormatan ini juga menunjukkan solidaritas dari berbagai pihak yang hadir, baik dari dalam negeri maupun internasional.
Kehadiran Duta Besar dan perwakilan UNHQ menegaskan betapa pentingnya peran dan kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian dunia, serta pengakuan atas pengorbanan yang dilakukan oleh prajurit TNI di lapangan. Ini merupakan salah satu bentuk penghormatan yang layak diberikan kepada mereka yang telah berjuang demi keamanan dan stabilitas di wilayah konflik.
Tindakan heroik para prajurit TNI ini tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga dan sahabat, tetapi juga menjadi teladan bagi generasi mendatang tentang arti pengabdian dan pengorbanan dalam menjaga perdamaian global. Misi yang mereka emban bukanlah hal yang mudah, dan ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam menjaga stabilitas dunia.
Proses pemulangan jenazah prajurit TNI UNIFIL yang gugur ini diharapkan dapat berjalan dengan lancar, memberikan kesempatan bagi keluarga dan masyarakat untuk memberikan penghormatan terakhir. Setiap langkah yang diambil dalam persemayaman ini adalah bentuk penghargaan atas jasa mereka yang telah berkorban.
Kepulangan jenazah ini bukan saja sekadar ritual, tetapi juga merupakan pengingat bagi kita semua akan tantangan yang dihadapi oleh prajurit kita di medan perang. Pengabdian mereka yang tiada tara harus dihargai dengan sebaik-baiknya, dan menjadi inspirasi bagi kita untuk terus mendukung misi perdamaian di seluruh dunia.
Dalam momen bersejarah ini, kita semua diingatkan akan pentingnya menjaga perdamaian dan menghormati mereka yang telah berjuang tanpa pamrih. Semoga pengorbanan ketiga prajurit TNI ini menjadi cahaya bagi generasi penerus dalam berkontribusi pada dunia yang lebih baik dan damai.
➡️ Baca Juga: Universitas Islam Internasional Dalwa: Memperkuat Pendidikan Islam Global
➡️ Baca Juga: KPK Tindak Lanjuti Isu Pembelian Mobil Dinas Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Rp 8,5 Miliar




