Momen Kebersamaan di Bekasi Menarik Perhatian, Warga Berbagai Usia Berkumpul Tanpa Sekat

Suasana senja pada bulan Ramadhan 1447 Hijriyah di halaman Masjid Al Barkah, Bekasi, menjelma menjadi lebih penuh warna. Ratusan warga, dari anak-anak hingga orang tua, berkumpul dalam sebuah momen sederhana namun sarat makna: berbuka puasa secara bersama-sama.
Kegiatan ini menciptakan nuansa kebersamaan yang semakin terasa hangat di tengah kesibukan kota. Percakapan yang ringan, tawa ceria anak-anak, serta interaksi antarwarga membangun atmosfer kekeluargaan yang jarang dijumpai pada hari-hari biasa. Mari kita simak kisah selengkapnya!
Bertempat di salah satu ikon religi Kota Patriot, acara ini bukan hanya sekadar ajang berbagi hidangan berbuka. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi beragam komunitas yang memperkuat hubungan sosial di antara masyarakat. Tradisi seperti ini mengingatkan kita bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah pribadi, tetapi juga tentang merajut koneksi antarsesama.
Dalam kegiatan tersebut, HIBT Indonesia berperan sebagai penggagas acara. Namun, alih-alih menonjolkan sisi seremonial, acara ini lebih terasa sebagai ruang interaksi yang mendalam dan inklusif bagi seluruh peserta.
“Kami tidak hanya ingin dikenal melalui inovasi, tetapi juga melalui kepedulian. Ramadhan adalah pengingat bahwa di balik setiap pencapaian profesional, ada tanggung jawab moral untuk berbagi kebahagiaan, menajamkan spirit kemanusiaan, dan mempererat ikatan persaudaraan sebagai sesama anak bangsa,” jelas Muhammad Rofiq, Chief Marketing Officer HIBT Indonesia, dalam pernyataannya yang dipublikasikan pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Kehadiran berbagai kalangan dalam satu ruangan yang sama menunjukkan bahwa tradisi berbuka puasa bersama masih menjadi perekat sosial yang kuat, terutama di kawasan urban seperti Bekasi. Tanpa adanya sekat, masyarakat dapat duduk berdampingan, berbagi cerita, dan merasakan kebersamaan yang autentik.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kabid Imaroh Masjid Agung Al Barkah, KH. Syarief Hidayatullah M.PD CDAI, yang menjadi harapan bagi keberkahan dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Lebih dari sekadar agenda tahunan, momen ini meninggalkan kesan yang mendalam—bahwa di tengah perkembangan kota dan kesibukan modern, ruang-ruang kebersamaan seperti ini tetap menjadi kebutuhan yang tak tergantikan.
➡️ Baca Juga: Terendam Banjir, Proses Belajar di SMPN 3 Bonang Lumpuh
➡️ Baca Juga: Iran Siapkan Badan Pemerintahan Sementara Setelah Kepergian Ali Khamenei




