depo 10k depo 10k

Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

berita

China Menyatakan AS Bertanggung Jawab atas Kebuntuan Diplomasi dengan Iran

Konflik yang berkepanjangan antara Amerika Serikat dan Iran, yang kini telah berlangsung lebih dari 50 hari, semakin menarik perhatian global, termasuk dari China. Dalam laporan terbaru mengenai Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT), Beijing menilai bahwa Washington merupakan pihak utama yang bertanggung jawab atas kebuntuan diplomasi yang terjadi dengan Iran saat ini.

Laporan tersebut dipublikasikan secara daring oleh Kementerian Luar Negeri China pada awal pekan ini. Dalam dokumen tersebut, Beijing menyoroti bahwa tindakan agresi militer yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap Iran pada bulan Juni 2025, serta serangan yang terjadi pada 28 Februari lalu, telah secara serius melanggar hukum internasional dan piagam PBB.

Menurut situs berita presstv.ir, laporan ini menyebutkan bahwa penarikan sepihak AS dari kesepakatan nuklir yang dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada tahun 2018 dianggap sebagai ‘akar masalah’ dari kebuntuan diplomatik yang tengah dihadapi oleh AS dan Iran saat ini.

Pada masa kepresidenan Donald Trump, tepatnya di tahun 2018, AS menarik diri dari kesepakatan nuklir tersebut dengan klaim bahwa perjanjian itu adalah yang terburuk dalam sejarah. Trump juga menjelaskan bahwa keputusan untuk keluar dari kesepakatan tersebut didasari keinginan untuk mencapai perjanjian baru dengan syarat yang lebih menguntungkan bagi AS.

Pada bulan Juni 2025, serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel menargetkan fasilitas nuklir dan militer Iran. Serangan tersebut terjadi di tengah proses negosiasi tidak langsung antara Tehran dan Washington yang berusaha membahas program nuklir damai Iran.

Tujuh bulan sesudahnya, tepat pada 28 Februari, AS dan Israel kembali meluncurkan serangan terbaru. Momen ini sangat krusial, mengingat Iran dan AS hampir mencapai kesepakatan baru terkait isu nuklir.

Teheran dengan tegas menegaskan haknya berdasarkan NPT untuk mengembangkan teknologi nuklir, yang ditujukan untuk kebutuhan energi, penelitian medis, dan kemajuan ilmiah. Namun, AS beserta sekutunya menuduh Iran berusaha mengembangkan kemampuan teknis untuk memproduksi senjata nuklir.

Iran secara konsisten menyatakan bahwa senjata pemusnah massal merupakan ancaman besar bagi umat manusia dan tidak pernah menjadi bagian dari doktrin pertahanannya, meskipun dihadapkan pada tekanan dan agresi militer yang langsung.

Perundingan antara kedua negara mengalami kebuntuan. Pada tanggal 11–12 April, AS dan Iran melakukan pertemuan untuk membahas kelanjutan gencatan senjata yang dijadwalkan berlangsung selama dua pekan di Islamabad. Sayangnya, meskipun perundingan tersebut berlangsung selama 21 jam, tidak ada kesepakatan yang berhasil dicapai.

➡️ Baca Juga: Freelance sebagai Side Hustle Ideal untuk Mahasiswa Meningkatkan Penghasilan Mandiri

➡️ Baca Juga: Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Aktivitas Online Intensif dengan Sistem Stabil dan Responsif

Related Articles

Back to top button