Ibas: Pemuda Berani Menolak, Indonesia Emas Tanpa Bandar Narkoba yang Merusak

Jakarta – Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, atau yang akrab disapa Ibas, mengajak generasi muda untuk berperan aktif dalam gerakan yang bertujuan mewujudkan Indonesia Emas tanpa bandar narkoba. Ia percaya bahwa keterlibatan pemuda sangat krusial dalam menciptakan masa depan yang lebih baik, terutama dalam menghadapi ancaman narkoba.
Ibas menegaskan bahwa perjuangan melawan narkoba harus melampaui sekadar penangkapan pengguna atau kurir. Penegakan hukum yang efektif perlu diarahkan pada pengungkapan jaringan yang lebih kompleks, termasuk para pelaku yang mengendalikan perdagangan narkotika dan keuntungan yang dihasilkan darinya.
“Patahkan jalurnya, bongkar jaringannya, dan kejar bandarnya,” tegas Ibas dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Rabu, 23 September 2026.
Lebih jauh, Ibas mendorong penelusuran aliran dana yang berasal dari perdagangan narkoba. Hal ini penting agar upaya pemberantasan tidak hanya terfokus pada barang, tetapi juga pada keuntungan dan aset yang dihasilkan dari aktivitas ilegal tersebut.
Ibas mengingatkan bahwa perdagangan narkoba memiliki dampak ekonomi yang sangat luas.
“Di sektor ekonomi bayangan, perputaran uangnya saat ini bisa mencapai hampir 100 kuadriliun rupiah,” ujarnya.
Dia juga menyoroti pentingnya pengawasan di berbagai titik rentan yang dapat dimanfaatkan untuk memasukkan narkoba ke Indonesia.
Dengan wilayah yang luas dan berbentuk kepulauan, pengawasan di perbatasan darat, laut, pelabuhan, serta jalur masuk internasional dan jalur ilegal menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam upaya memutus mata rantai penyelundupan narkoba.
“Jangan sampai daerah perbatasan dan lokasi-lokasi yang sulit dipantau justru menjadi ladang subur bagi jaringan narkotika,” tambahnya.
Menurutnya, teknologi, pertukaran informasi, deteksi dini, dan pengawasan terintegrasi perlu terus dikembangkan untuk mempersempit ruang gerak para pelaku narkoba.
“Kita tidak boleh hanya menunggu sampai narkoba beredar. Kita harus proaktif mencegahnya dari pintu masuk,” ungkapnya.
Ibas menegaskan bahwa pemberantasan narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab negara dan aparat penegak hukum semata.
Peran orang tua dan keluarga juga sangat penting dalam membangun karakter dan ketahanan anak agar dapat menghadapi berbagai tekanan dari lingkungan.
“Komitmen ini harus ditanamkan tidak hanya oleh para pemimpin, tetapi juga sampai ke level-level regulasi, aparat, organisasi pendukung, termasuk kepala daerah, serta orang tua dan keluarga di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa keluarga harus menjadi tempat pertama bagi anak untuk memperoleh edukasi, perhatian, rasa aman, kepercayaan diri, dan ruang untuk berbagi cerita.
Lebih lanjut, Ibas juga menyoroti pentingnya membangun rasa cinta diri, kepercayaan diri, dan harga diri pada anak-anak muda. Hal ini penting agar mereka tidak mencari penerimaan atau ketenangan melalui penggunaan narkoba.
Dengan pendekatan yang komprehensif dan melibatkan semua elemen masyarakat, Ibas percaya bahwa Indonesia dapat mencapai masa depan yang lebih cerah dan bebas dari pengaruh narkoba.
Keterlibatan aktif masyarakat, terutama generasi muda, adalah kunci untuk menciptakan Indonesia Emas tanpa bandar narkoba yang merusak. Dialog terbuka antara pemerintah, orang tua, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung bagi anak-anak dan remaja kita.
Dengan semangat kolektif, kita dapat menghadapi tantangan ini dan memberikan harapan baru untuk generasi yang akan datang.
➡️ Baca Juga: Manfaat Kacang-Kacangan Sebagai Sumber Protein Nabati yang Sehat dan Bergizi untuk Tubuh
➡️ Baca Juga: Pramono Izinkan Parpol Membeli Hak Nama Halte di Jakarta Asalkan Membayar




