Identitas Mayat Pria di Gardu LRT Pancoran Terungkap, Sidik Jari dan Wajah Tidak Dikenali

Jakarta – Penemuan mayat seorang pria di dalam gardu listrik LRT di Pancoran, Jakarta Selatan, masih menyisakan banyak pertanyaan. Hingga kini, pihak kepolisian belum mampu mengidentifikasi korban disebabkan oleh kondisi jasad yang menghambat proses pengenalan identitas.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Polisi Joko Adi Wibowo, mengungkapkan bahwa sidik jari korban tidak dapat terbaca. Selain itu, wajahnya juga mengalami kerusakan yang membuatnya sulit dikenali.
“Sampai saat ini, kami belum bisa memastikan siapa identitas mayat tersebut. Sidik jarinya tidak bisa dibaca dan wajahnya juga tidak dapat dikenali. Semua ini membuat proses identifikasi menjadi sangat sulit,” jelas Joko pada hari Kamis, 3 September 2026.
Di samping mengungkap berbagai kesulitan dalam identifikasi, pihak kepolisian juga menegaskan bahwa dugaan awal mengenai maksud korban berada di lokasi tersebut untuk mencuri kabel masih bersifat spekulatif.
Joko menjelaskan bahwa dugaan ini muncul karena pria tersebut bukanlah petugas instalasi listrik, tetapi ditemukan berada di dalam gardu listrik sambil membawa peralatan seperti gergaji besi dan karung.
“Ini hanya dugaan, tetapi kami menduga bahwa korban berencana untuk melakukan pencurian. Ini karena dia bukan petugas dan ditemukan di dalam gardu dengan barang-barang seperti gergaji dan karung. Ini adalah pernyataan dari Kapolsek sebelumnya,” tambahnya.
Polisi juga memastikan bahwa hingga saat ini, belum ada anggota keluarga atau pihak lain yang datang ke Polsek atau Polres Metro Jakarta Selatan untuk melaporkan orang hilang yang mungkin terkait dengan korban.
“Sejauh ini, belum ada keluarga yang menghubungi Polsek atau Polres untuk mencari kerabat mereka. Mungkin ada yang hilang, namun belum ada laporan yang masuk,” kata Joko.
Sebelumnya, dilaporkan bahwa seorang pria tanpa identitas ditemukan tewas di dalam gardu listrik yang digunakan untuk operasional Light Rail Transit (LRT) di Pancoran, Jakarta Selatan.
Polisi menduga bahwa pria tersebut mungkin berniat mencuri kabel sebelum akhirnya tersengat arus listrik bertegangan tinggi. Kapolsek Pancoran, Komisaris Polisi Suminto, mengatakan bahwa pria yang sementara ini disebut sebagai Mr. X tersebut masuk ke area bawah gardu dengan membawa barang-barang yang diduga untuk aksi pencuriannya.
“Kami dari Polsek Pancoran menemukan bahwa korban, yang kami sebut Mr. X, masuk dari bawah dengan membawa kantong plastik dan gergaji serta topi. Kemudian dia naik ke lantai dua di dalam gardu tersebut. Diduga kuat, dia tersengat listrik bertegangan tinggi,” ungkapnya pada Selasa, 1 September 2026.
➡️ Baca Juga: Strategi Mendapatkan Uang Online yang Ideal untuk Ibu Rumah Tangga dan Pelajar
➡️ Baca Juga: Polisi Amankan 2 Bandar Sabu di Musi Banyuasin, Sita 30,42 Gram Sabu dan Senjata Api Rakitan




