Mahasiswa Undip Curhat Soal Harga Beras ke Mentan, Terima Beasiswa S2 ke Inggris

Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip), Adriano Padama, baru-baru ini mencuri perhatian publik setelah menyuarakan masalah tingginya harga beras di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), langsung kepada Menteri Pertanian, Amran Sulaiman. Tindakan beraninya tersebut tidak hanya memicu perbincangan, tetapi juga membawanya meraih beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S2 di Inggris.
Dalam pengumuman resmi dari kampus yang diposting di akun Instagram resmi Undip pada 13 Agustus 2026, diungkapkan bahwa keberanian Adriano untuk mengangkat isu harga beras di Alor di hadapan Menteri Pertanian RI berbuah hasil yang signifikan. Tindakan tersebut memperoleh apresiasi dari pihak kampus, yang memberikan beasiswa double degree untuk melanjutkan studi magister melalui kerjasama antara Undip dan University of Sheffield di Inggris.
Menurut informasi yang disampaikan oleh Undip melalui akun Instagram mereka, Adriano akan menjalani program Magister Administrasi Publik di Undip serta MA in Politics, Governance & Public Policy di University of Sheffield.
“Sebagai bentuk penghargaan, semoga mas Adriano dapat berkembang bersama Undip dalam waktu 3,5 hingga 4 tahun ke depan dan dapat menyelesaikan studi dengan baik. Kami akan mengirim mas Adriano ke Sheffield University di Inggris dengan beasiswa dari Universitas Diponegoro,” ungkap Rektor Suharnomo.
Suharnomo berharap, dengan kesempatan ini, Adriano dapat memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya untuk masyarakat Alor, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Indonesia.
“Kami berharap mas Adriano nantinya akan tumbuh dan berkembang serta memberikan kontribusi yang lebih besar. Impian kami adalah agar dampaknya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Alor, tetapi juga oleh seluruh masyarakat NTT dan bangsa Indonesia secara keseluruhan,” tambahnya.
Sementara itu, Adriano mengaku terkejut dengan apresiasi yang didapat dari pihak kampus setelah ia menyampaikan isu harga beras di daerahnya kepada Menteri Pertanian. Ia menyatakan bahwa tujuannya sejak awal adalah untuk menyuarakan masalah yang dihadapi oleh masyarakat di kampungnya. Namun, ia tidak menyangka tindakannya tersebut akan mendapatkan perhatian yang begitu besar dan berujung pada penghargaan dari kampus.
“Pastinya saya merasa senang meskipun tidak menduga akan mendapatkan respons yang serius seperti ini. Dalam pikiran saya, saya hanya ingin menyampaikan apa yang harus saya sampaikan. Namun, jika hal ini sudah sampai ke sini, itu semua adalah kehendak Tuhan,” ujar Adriano.
➡️ Baca Juga: Rupiah Turun ke 17.158 Meski Upaya Pemerintah Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Berlanjut
➡️ Baca Juga: Mengapa Kamu Harus Mulai Tertarik dengan Musik Indie




