Na Daehoon Mengalami Krisis Setelah Cerai dari Jule, Ini Kondisinya Saat Ini

Na Daehoon baru-baru ini berbagi pengalaman mendalam mengenai kehidupannya setelah perceraiannya dengan Julia Prastini, yang akrab disapa Jule. Di balik berbagai tantangan yang muncul pasca-perceraian, Daehoon mengungkapkan bahwa ia sempat mengalami masa-masa yang sangat sulit hingga memerlukan bantuan profesional untuk membantu dirinya bangkit kembali.
Dalam sebuah sesi bincang-bincang dengan Deddy Corbuzier, Daehoon menjelaskan bagaimana ia bahkan memilih untuk berkonsultasi dengan psikiater. Ia menyadari bahwa kondisi mentalnya telah mulai memengaruhi aktivitas sehari-hari, dan ia merasa diperlukan langkah lebih untuk mengatasi permasalahan tersebut.
“Saya pergi ke psikiater, bukan karena saya lemah, tetapi karena saya ingin berjuang,” tutur Na Daehoon, yang diunggah di YouTube Deddy Corbuzier pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Langkah tersebut bagi Daehoon bukanlah tanda bahwa ia menyerah menghadapi tantangan yang ada. Sebaliknya, ia memandang dukungan dari tenaga profesional sebagai salah satu upaya untuk keluar dari masa-masa sulit yang sedang dihadapinya.
Daehoon menceritakan bahwa ia sempat berada di titik terendah dalam hidupnya. Tekanan yang dialaminya tidak hanya berdampak pada emosinya, tetapi juga mulai memengaruhi aktivitas sehari-hari yang ia jalani.
“Ada masa ketika saya benar-benar merasa terpuruk, sehingga hal ini berpengaruh besar terhadap kehidupan sehari-hari saya. Saya sampai sekarang masih mendapatkan bantuan,” jelasnya.
Perceraian yang dialami Daehoon dengan Jule telah menandai awal babak baru dalam hidupnya. Pasangan ini resmi bercerai pada akhir tahun 2025 setelah terungkapnya isu perselingkuhan. Setelah perpisahan tersebut, hak asuh ketiga anak mereka jatuh ke tangan Daehoon.
Seiring berjalannya waktu, masalah terkait anak-anak kembali menjadi sorotan. Daehoon memutuskan untuk membatasi akses Jule terhadap anak-anak mereka, setelah mempertimbangkan beberapa kejadian yang dinilainya telah melampaui batas.
“Saya sebagai ayah dan pemegang hak asuh memiliki tanggung jawab untuk melindungi anak-anak,” ujarnya melalui akun Instagram @daehoon_na.
Ia juga menekankan bahwa keputusan tersebut tidak didasarkan pada rasa dendam atau niat untuk menjauhkan anak-anak dari ibu mereka.
“Keputusan ini diambil bukan karena emosi, rasa dendam, atau keinginan untuk memisahkan anak-anak dari ibu kandungnya, tetapi semata-mata demi menjaga keamanan, kenyamanan, kesehatan mental, dan perkembangan anak-anak,” tegasnya.
➡️ Baca Juga: 5 Aturan Bagasi Penting untuk Penerbangan dari Pontianak ke Jakarta yang Harus Diketahui
➡️ Baca Juga: Skuad Timnas Indonesia Tangguh di FIFA ASEAN Cup Menyita Perhatian Media Vietnam




