NTT Pernah Mengalami Gempa Besar pada 1992 Sebelum Terjadi Gempa M 7,7

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,0 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari Sabtu, 15 Agustus. Getaran gempa ini terasa hingga Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 05:58 WITA dengan titik pusat di sebelah utara Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.
Titik koordinat gempa terletak di 8,33 derajat lintang selatan dan 121,32 derajat bujur timur, dengan kedalaman 10 kilometer. Setelah terjadi gempa, BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Di beberapa lokasi seperti Sikka dan Labuan Bajo, NTT, terdeteksi gelombang tsunami masing-masing setinggi 0,19 meter dan 0,36 meter. Di Dompu, NTT, gelombang tsunami mencapai ketinggian 0,17 meter.
Menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga pukul 12.30 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia dan 11 orang mengalami luka ringan akibat dampak dari gempa ini. Korban jiwa paling banyak berasal dari Kabupaten Sikka dengan tiga orang, diikuti oleh Kabupaten Manggarai yang mencatat enam orang, serta Kabupaten Manggarai Timur dengan lima orang. Korban luka dilaporkan berasal dari Kabupaten Sikka, Nagekeo, Manggarai, dan Manggarai Timur.
Selain korban jiwa, sekitar lima kepala keluarga mengalami dampak langsung dari bencana ini, sementara sekitar 2.000 warga terpaksa melakukan evakuasi mandiri. Mayoritas warga memilih untuk mengungsi setelah merasakan guncangan yang kuat dan adanya peringatan tsunami yang dikeluarkan.
Dalam hal kerusakan, laporan sementara menunjukkan bahwa 54 unit rumah mengalami kerusakan berat, sembilan unit rusak sedang, dan 11 unit rusak ringan. Selain itu, kerusakan juga terjadi pada lima fasilitas kesehatan, satu fasilitas pendidikan, satu gudang Bulog, tiga tempat ibadah, serta enam kantor pemerintahan.
NTT termasuk dalam kategori daerah rawan gempa di Indonesia. Lokasi ini berada di zona transisi Busur Sunda-Banda, tepatnya di area pertemuan antara Lempeng Eurasia dan Lempeng Australia, yang menyebabkan aktivitas seismik yang tinggi di wilayah tersebut.
Sejarah mencatat bahwa NTT pernah mengalami gempa besar, di antaranya adalah gempa yang mengguncang Flores pada tahun 1992 yang menyebabkan lebih dari 2.000 jiwa melayang. Di bawah ini adalah beberapa peristiwa gempa dahsyat yang tercatat di NTT.
Salah satu gempa yang paling mencolok adalah gempa Flores pada 12 Desember 1992, yang tercatat memiliki kekuatan magnitudo 7,5. Gempa ini juga memicu tsunami yang menerjang daratan hingga sejauh 300 meter dan mencapai ketinggian 26 meter di Kalaotoa. Selain itu, dilaporkan bahwa tiga kampung pesisir di Kabupaten Flores Timur benar-benar lenyap akibat terjangan gelombang tsunami tersebut.
➡️ Baca Juga: Warga Depok Hilang Setelah Pamit Kerja Sebagai Kurir Makanan kepada Istri
➡️ Baca Juga: Hasil Kejuaraan Dunia Wushu 2026: Indonesia Kuasai Puncak Juara Umum




