5 Fakta Mengenai Dentuman Misterius di Bandung dan Fenomena Skyquake yang Perlu Anda Ketahui

Suara dentuman yang tidak biasa menggemparkan beberapa kawasan di Bandung Raya mulai Jumat (5/9) hingga Sabtu dini hari. Fenomena ini menimbulkan rasa penasaran di kalangan masyarakat mengenai asal suara yang cukup jelas terdengar tersebut.
Di tengah beragam spekulasi yang berkembang di media sosial, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan terkait kejadian aneh ini.
BMKG menegaskan bahwa dentuman yang dirasakan oleh warga Bandung Raya tidak ada kaitannya dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Lalu, apa saja fakta-fakta menarik di balik dentuman misterius ini? Berikut adalah lima fakta yang perlu Anda ketahui:
Dentuman Terdengar di Beberapa Wilayah Bandung Raya
Fenomena dentuman ini dilaporkan terjadi di berbagai lokasi di Bandung Raya dari Jumat (5/9) hingga Sabtu dini hari. Kejadian ini memicu rasa ingin tahu warga karena asal suara dentuman tersebut masih belum teridentifikasi.
Fenomena ini menjadi sorotan publik setelah muncul berbagai spekulasi mengenai penyebabnya, termasuk kemungkinan terkait dengan aktivitas vulkanik.
BMKG Pastikan Bukan Erupsi Gunung Anak Krakatau
BMKG secara tegas menyampaikan bahwa suara dentuman yang terdengar tidak berhubungan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang saat itu terjadi di perairan Selat Sunda.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Suaidi Ahadi, menjelaskan bahwa jarak antara Bandung dan Gunung Anak Krakatau terlalu jauh untuk memungkinkan suara letusan tersebut terdengar di Kota Bandung.
“Menurut saya, lokasi Kota Bandung terlalu jauh untuk mendengar aktivitas letusan dari Gunung Krakatau seperti yang terjadi kemarin,” ungkap Suaidi di Bandung pada Sabtu, 5 September 2026.
Tidak Ada Rekaman Gempa Saat Dentuman Terdengar
Fakta lain yang menarik adalah BMKG tidak menemukan adanya rekaman gempa pada saat masyarakat melaporkan suara dentuman tersebut.
Pemantauan yang dilakukan oleh BMKG juga menunjukkan tidak adanya aktivitas gempa di beberapa sesar aktif yang ada di wilayah Bandung.
“Pada fenomena ini, kami mencatat tidak ada rekaman gempa, baik di Sesar Lembang, Sesar Cimandiri, maupun sesar aktif lainnya selama kejadian di Bandung Raya,” jelas Suaidi.
Dentuman Bisa Disebabkan Aktivitas Geofisika
Walaupun tidak terdeteksi adanya rekaman gempa, Suaidi menjelaskan bahwa suara dentuman bisa muncul akibat berbagai aktivitas geofisika.
Beberapa penyebab yang mungkin terkait dengan fenomena ini antara lain:
– Aktivitas pergeseran lempeng
– Gelombang suara dari jarak jauh
– Aktivitas manusia seperti konstruksi besar
– Suara dari pesawat terbang yang melintas
– Perubahan suhu dan tekanan di atmosfer
Dari penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa fenomena dentuman misterius ini mungkin lebih kompleks daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Kesimpulan
Meskipun dentuman misterius di Bandung Raya telah menarik perhatian banyak orang, BMKG memastikan bahwa fenomena ini tidak ada hubungannya dengan erupsi vulkanik dan tidak terdeteksi sebagai aktivitas gempa. Penjelasan yang diberikan oleh BMKG memberikan pemahaman lebih baik tentang fenomena ini dan mengurangi spekulasi yang tidak berdasar.
Dengan demikian, masyarakat diharapkan tetap waspada namun tidak panik, serta memahami bahwa fenomena geofisika dapat terjadi tanpa harus berhubungan dengan aktivitas seismik atau vulkanik yang berbahaya.
➡️ Baca Juga: BNPB Konfirmasi Pemulihan Listrik 100% di NTT dan Kelancaran Pasokan BBM
➡️ Baca Juga: Gym Workout Untuk Menunjang Kesehatan Tubuh Dalam Aktivitas Sehari Hari




