Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Habib Bahar: Fakta yang Terbongkar Publik

Pendiri Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin, Habib Bahar bin Smith, memberikan tanggapan terkait penemuan fasilitas mewah yang ada di Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor, yang diungkap oleh Ombudsman RI.
Menurut Habib Bahar, ia tidak merasa terkejut dengan hasil temuan tersebut. Ia bahkan menambahkan bahwa keberadaan fasilitas mewah tidak hanya ditemukan di Lapas Cibinong, tetapi juga di sejumlah lapas lainnya di Indonesia.
“Ini sudah menjadi rahasia umum di banyak lapas,” ucap Habib Bahar dalam program Fakta di tvOne, yang dikutip pada Selasa (6/10/2026).
Namun, ia menegaskan bahwa fasilitas mewah tidak akan bisa ditemukan di Lapas Nusakambangan yang terletak di Cilacap, Jawa Tengah.
“Kecuali di Nusakambangan, di sana tidak ada fasilitas seperti itu,” tambahnya.
Habib Bahar, yang pernah menjalani masa tahanan di Lapas Kelas 1 Batu Nusakambangan pada tahun 2020, menceritakan pengalaman dan kondisi yang ia saksikan di sana.
“Dimanapun, baik itu Lapas Karang Anyar, Lapas Pasir Putih, Lapas Batu yang pernah saya tempati, maupun Lapas Narkotika Kelas IIA dan Lapas Besi, semuanya tidak mengenal fasilitas mewah,” jelasnya.
“Apapun yang kamu miliki, termasuk uang, tidak akan berdampak di sana. Mereka benar-benar menerapkan SOP dengan ketat,” tambahnya.
Selama masa tahanan, Habib Bahar menyatakan bahwa ia hanya melihat dua warna di lingkungan lapas.
“Ketika saya berada di sana, hanya ada dua warna yang terlihat, yaitu merah dan abu-abu. Warna temboknya abu-abu, sedangkan seragam yang dikenakan tahanan berwarna merah. Itu menunjukkan betapa ketatnya SOP yang diterapkan. Di luar itu, saya bisa pastikan semua itu dilakukan dengan uang,” terangnya.
Habib Bahar juga pernah menjadi tahanan di Lapas Kelas IIA Cibinong pada tahun 2019 setelah divonis karena kasus penganiayaan terhadap remaja.
Ia mengungkapkan bahwa selama berada di lapas, ia berhasil mengubah suasana tempat tersebut menjadi lebih religius, hampir mirip dengan pesantren.
Belakangan ini, Habib Bahar mengaku terkejut dengan kondisi lapas yang ada saat ini, terutama dengan berita-berita yang baru muncul.
“Makanya, saya bingung kenapa setelah saya keluar, kondisi lapas jadi tidak teratur,” ungkap Habib Bahar dalam tayangan Fakta di tvOne yang dikutip pada Selasa (6/10/2026).
Dalam acara tersebut, ia juga menyinggung tentang blok Bravo yang dihuni oleh narapidana kasus korupsi. Menurutnya, blok tersebut juga memiliki kesamaan dengan tempat yang ia tempati, di mana para narapidana menjalankan ibadah secara rutin.
➡️ Baca Juga: Polda Sumbar Periksa Anggota Patwal Arteria Dahlan atas Pelanggaran Berhenti Sembarangan di Sitinjau Lauik
➡️ Baca Juga: NTT Pernah Mengalami Gempa Besar pada 1992 Sebelum Terjadi Gempa M 7,7




