2 Siswa SMK Tewas Kecelakaan Hindari Rombongan Pelajar Bersenjata, Ini Tindakan Pidana

Jakarta – Polisi telah mengamankan tiga pelajar dari SMK Yadika 4 Ciledug yang diduga terlibat dalam insiden yang mengakibatkan tewasnya dua siswa akibat kecelakaan di Jalan Sutera Utama, Serpong Utara, Tangerang Selatan, pada Jumat, 9 Oktober 2026. Kejadian tragis ini terjadi saat para korban berusaha menghindari rombongan pelajar yang membawa senjata tajam.
Dalam penyelidikan, aparat kepolisian menemukan sejumlah senjata tajam, termasuk celurit, arit, dan golok, yang diduga digunakan oleh kelompok pelajar tersebut. Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Boy Jumalolo, menyatakan bahwa kecelakaan itu terjadi ketika korban panik dan mencoba menghindari kelompok pelajar lain yang terlibat dalam tindakan kekerasan.
Menanggapi insiden ini, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, meminta pihak kepolisian untuk menindak tegas semua individu yang terbukti terlibat dalam kejadian tersebut. Ia menekankan pentingnya proses hukum yang sesuai agar pelaku mendapatkan konsekuensi yang setimpal, tanpa terkecuali.
“Saya mendesak polisi untuk mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku. Jangan hanya menangkap mereka, lalu melepaskannya. Harus ada sanksi pidana yang jelas untuk memberikan efek jera. Ini bukan sekadar kenakalan remaja biasa, apalagi jika sudah ada korban jiwa,” ungkap Sahroni dalam keterangan tertulisnya pada Senin, 12 Oktober 2026.
Sahroni juga mengungkapkan kekhawatirannya bahwa jika penanganan kasus ini tidak dilakukan dengan serius, kejadian serupa bisa terulang kembali, yang dapat berakibat fatal bagi korban yang tidak bersalah lainnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran pihak sekolah dan orang tua dalam mengawasi serta mendidik para pelajar. Tindakan kekerasan tidak hanya mengancam nyawa, tetapi juga dapat mencoreng nama baik keluarga dan institusi pendidikan.
“Sekolah dan orang tua harus aktif mengambil tindakan dan tidak menutup mata terhadap perilaku para siswa. Ini telah mencoreng reputasi sekolah dan keluarga. Berdasarkan catatan kriminal yang dikeluarkan pihak kepolisian, sekolah harus mempertimbangkan untuk mengeluarkan para pelaku. Jika tidak, mereka akan semakin merasa berkuasa dan tidak mau berubah. Mereka perlu belajar bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi dan harus bertanggung jawab untuk tidak mengulangi perbuatan serupa,” tegas Sahroni.
➡️ Baca Juga: Kesalahan Umum dalam Manajemen Keuangan yang Mengakibatkan Uang Cepat Habis dan Solusinya
➡️ Baca Juga: Menteri Dody Nyatakan Pembangunan Tanggul Laut Raksasa Tidak Cukup Atasi Masalah Pantura




