depo 10k depo 10k

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

berita

ABK KM Virgo Transport 8 Ceritakan Momen Kapal Miring dan Tenggelam Dalam 5 Menit

Jakarta – Kesaksian dari Akmal, salah satu Anak Buah Kapal (ABK) KM Virgo Transport 8, mengungkapkan betapa mendadaknya kapal tersebut tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa. Ia menyatakan bahwa sebelum kejadian, tidak ada tanda-tanda mencurigakan yang ia rasakan, sehingga saat kapal tiba-tiba miring, semuanya terasa sangat mengejutkan.

Ketika insiden terjadi, Akmal sedang terlelap tidur. Ketika ia terbangun, kapal sudah dalam keadaan miring, dan ia menyadari bahwa waktu untuk menyelamatkan diri sangat terbatas.

“Saya baru bangun, tiba-tiba kapal sudah miring. Saya langsung berlari ke kamar, mengambil pelampung, dan melompat ke laut,” kenang Akmal setelah berhasil dievakuasi dan tiba di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Selasa, 15 September 2026.

Sebelum terlelap, Akmal merasa bahwa semua dalam keadaan normal di kapal. Ia tidak merasakan adanya guncangan atau mendengar suara air yang masuk.

Namun, segalanya berubah drastis setelah ia terbangun. Kapal miring dengan cepat, sehingga Akmal hanya punya waktu untuk mengambil pelampung dan segera menjauh dari kapal.

“Proses tenggelamnya sangat cepat, tidak sampai lima menit kapal sudah tenggelam,” jelas Akmal.

Ia menambahkan bahwa sirene darurat baru ia dengar setelah berada cukup jauh dari kapal, yang pada saat itu sudah berada dalam posisi terbalik.

Karena khawatir situasi di sekitarnya semakin berbahaya, ia memilih untuk menjauh dari lokasi kapal.

“Saat kapal terbalik, saya melihat banyak orang melompat ke air untuk menyelamatkan diri. Mereka masih bisa bertahan hidup di air,” ujarnya.

Akmal berada di bagian belakang kapal ketika kecelakaan terjadi, sehingga ia tidak mengetahui secara langsung apa yang terjadi di ruang nakhoda atau bagian depan kapal sebelum kapal mulai miring.

Ia juga tidak menerima informasi mengenai prediksi gelombang yang bisa mencapai dua hingga tiga meter sebelum pelayaran. Sebagai ABK, Akmal hanya menjalankan perintah untuk berlayar sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Kejadian tersebut menjadi pengalaman pertama yang sangat mengesankan bagi Akmal selama bekerja di KM Virgo Transport 8. Ia baru sekitar tiga bulan bergabung dengan kapal tersebut.

Akmal termasuk salah satu dari 22 orang yang selamat dan berhasil dievakuasi pada hari ketiga operasi pencarian dan penyelamatan. Para korban kemudian dibawa ke Banjarmasin menggunakan Kapal Rigid Bouyancy Boat (RBB) milik Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banjarmasin.

➡️ Baca Juga: Polisi Tangkap Pria Brebes Terkait Peredaran Ilegal Bawang Bombai Impor di Malang

➡️ Baca Juga: Pemilik XPeng X9 Wajib Ikuti Pelatihan untuk Mengoptimalkan Pengalaman Mengemudi

Related Articles

Back to top button