kpkgg

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

otomotif

Chery Hadirkan Teknologi Robot Kendali Otak Selain Mobil Listrik yang Inovatif

Perkembangan dalam dunia otomotif kini melampaui sekadar efisiensi mesin atau inovasi mobil listrik dengan jangkauan lebih jauh. Para produsen kendaraan mulai mengeksplorasi teknologi yang memungkinkan interaksi antara manusia dan mesin dengan cara yang lebih canggih.

Salah satu inovasi yang sedang digarap oleh Chery melalui Aimoga Robotics adalah teknologi antarmuka otak-komputer (brain-computer interface atau BCI). Teknologi ini memungkinkan sinyal dari otak manusia diterjemahkan menjadi perintah yang dapat menggerakkan mesin.

Teknologi ini baru-baru ini menarik perhatian publik setelah Aimoga BCI berhasil meraih posisi teratas dalam kompetisi Mind-Driven Wheelchair Challenge.

Dalam acara tersebut, peserta ditantang untuk mengendalikan perangkat mobilitas hanya dengan memanfaatkan sinyal dari otak. Mereka mengenakan perangkat electroencephalography (EEG), yang memungkinkan mereka memberikan perintah dengan berkonsentrasi pada simbol arah yang muncul di layar.

Aimoga BCI berhasil menyelesaikan lintasan dalam waktu 2 menit 16 detik, lebih cepat 17 detik dibandingkan dengan peserta yang menduduki posisi kedua.

Cara Kerja Kendali dari Otak

Aimoga memanfaatkan perangkat EEG non-invasif yang memiliki delapan saluran untuk menangkap aktivitas listrik yang berasal dari otak pengguna.

Sinyal yang diperoleh dari alat tersebut kemudian diproses oleh sistem untuk mengenali perintah yang diberikan. Setelah perintah teridentifikasi, sistem akan menerjemahkannya menjadi gerakan seperti maju, mundur, belok kiri, belok kanan, dan berhenti.

Teknologi ini diklaim mampu mencapai akurasi pengenalan perintah EEG lebih dari 95 persen, dengan waktu latensi yang kurang dari tiga detik.

Xie Yuyang, Kepala Brain-Computer Interface di AiMOGA Robotics, menjelaskan bahwa teknologi ini dirancang untuk memberikan opsi kendali bagi individu yang mengalami keterbatasan gerak pada tangan atau bagian tubuh lainnya.

“Pengguna hanya perlu fokus pada tombol arah yang ditampilkan di layar untuk mengendalikan pergerakan tanpa mengandalkan tangan,” ungkap Xie dalam keterangannya yang diterima pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Menariknya, teknologi yang diterapkan oleh Aimoga tidak hanya bergantung pada BCI. Untuk aplikasi di luar kompetisi, perangkat ini juga dilengkapi dengan LiDAR dan kamera kedalaman (depth camera).

Keduanya berfungsi untuk mendukung navigasi berbasis peta, mendeteksi halangan, serta membantu sistem dalam menghindari objek yang ada di sekitarnya. Fitur ini memiliki prinsip kerja yang serupa dengan teknologi sensor yang kini semakin banyak digunakan dalam kendaraan modern.

Namun, dalam kompetisi BCI 2026, fitur penghindaran rintangan berbasis LiDAR dan navigasi peta dinonaktifkan sesuai dengan regulasi perlombaan. Dengan demikian, fokus utama pada kompetisi adalah kemampuan sistem dalam membaca sinyal EEG dan menerjemahkannya menjadi perintah gerak.

Dengan hadirnya teknologi robot kendali otak ini, Chery menunjukkan komitmen untuk berinovasi dalam industri otomotif, menawarkan solusi yang dapat meningkatkan kualitas hidup bagi mereka yang memiliki keterbatasan gerak. Ini menandakan bahwa masa depan otomotif tidak hanya tentang kendaraan yang lebih canggih, tetapi juga tentang bagaimana teknologi dapat memperluas aksesibilitas dan mobilitas bagi semua orang.

➡️ Baca Juga: Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen Diduga Sebar Fitnah Terhadap Rusia

➡️ Baca Juga: Bupati Tulungagung Rutin Mengajukan Reimbursement Belanja Pribadi ke OPD

Related Articles

Back to top button