depo 10k depo 10k

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

lifestyle

Influenza A: Gejala yang Perlu Diketahui dan Strategi Efektif untuk Mencegahnya

Kasus influenza A saat ini tengah menjadi perhatian banyak orang di media sosial, mengingat adanya laporan peningkatan jumlah kasus yang terjadi. Kementerian Kesehatan kini sedang memantau tren peningkatan kasus penyakit mirip influenza (ILI) serta khususnya influenza A yang dilaporkan muncul di beberapa wilayah.

Walaupun demikian, pihak Kemenkes memastikan bahwa situasi kesehatan di tingkat nasional masih dalam kendali dan belum menunjukkan adanya lonjakan yang signifikan. Lalu, apa yang dimaksud dengan influenza A dan bagaimana cara mencegahnya?

Menurut informasi dari CDC, virus influenza A adalah satu-satunya jenis virus influenza yang dapat menyebabkan pandemi flu, yang merupakan wabah penyakit flu berskala global. Pandemi ini dapat terjadi ketika ada jenis virus influenza A yang baru dan berbeda yang mampu menginfeksi manusia dan menyebar dengan efektif dari satu individu ke individu lainnya, sementara sebagian besar populasi memiliki sedikit atau bahkan tidak ada kekebalan terhadap virus tersebut.

Virus influenza A dikategorikan ke dalam beberapa subtipe berdasarkan dua jenis protein yang ada di permukaannya, yaitu hemaglutinin (H) dan neuraminidase (N). Terdapat 18 subtipe hemaglutinin dan 11 subtipe neuraminidase, yang masing-masing diberi kode dari H1 hingga H18 dan N1 hingga N11.

Lebih dari 130 kombinasi subtipe virus influenza A telah teridentifikasi di alam, terutama pada burung liar. Namun, potensi munculnya kombinasi subtipe influenza A sebenarnya bisa jauh lebih banyak, karena virus influenza memiliki kemampuan untuk melakukan ‘reassortment’ atau pertukaran segmen genetik.

Proses reassortment terjadi ketika dua virus influenza dengan subtipe yang berbeda menginfeksi satu inang pada waktu bersamaan, lalu bertukar informasi genetik. Hal ini dapat menghasilkan kombinasi baru dari materi genetik yang ada pada virus influenza.

Saat ini, subtipe virus influenza A yang secara rutin beredar di kalangan manusia mencakup A(H1N1) dan A(H3N2). Virus A(H1N1) juga dikenal dengan sebutan A(H1N1)pdm09 karena virus ini menjadi penyebab pandemi pada tahun 2009 dan menggantikan virus A(H1N1) yang telah ada sebelumnya.

Virus influenza A(H1N1) yang saat ini beredar merupakan keturunan dari virus pandemi H1N1 2009 yang pertama kali muncul pada musim semi 2009 dan menyebabkan pandemi flu. Secara ilmiah, virus ini dikenal sebagai A(H1N1)pdm09 dan lebih umum disebut sebagai H1N1 2009. Sejak saat itu, virus ini terus beredar secara musiman dan mengalami perubahan baik dari segi genetik maupun antigenik.

➡️ Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Ramadhan Kamis 5 Maret 2026 untuk Jakarta dan Sekitarnya

➡️ Baca Juga: Manajemen Cedera yang Efektif untuk Memastikan Konsistensi Performa Pemain Sepak Bola Profesional

Related Articles

Back to top button