Inter Milan Kalah 2-1 dari Real Madrid: Chivu Tegaskan Tidak Ada Kemarahan atas Kesalahan Pemain

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, menyatakan bahwa ia tidak merasa marah meski timnya mengalami kekalahan 1-2 dari Real Madrid dalam pertandingan pertama fase grup Liga Champions 2026/2027 yang berlangsung di Santiago Bernabeu pada Rabu, 9 September 2026 dini hari WIB.
Dalam laga tersebut, Inter Milan sebenarnya menunjukkan performa yang cukup menjanjikan dengan memberikan perlawanan yang ketat terhadap tim tuan rumah. Bahkan, mereka mampu menguasai bola lebih banyak dan menciptakan beberapa peluang berbahaya untuk mencetak gol.
Namun, dua kesalahan krusial yang dilakukan oleh pemain Inter membuat mereka harus tertinggal dua gol. Kesalahan operan yang dilakukan Curtis Jones menjadi pemicu bagi Kylian Mbappe untuk mencetak gol pada menit ke-14. Sembilan menit setelahnya, Josep Martinez melakukan kesalahan saat berusaha menguasai bola dalam tekanan dari Federico Valverde.
Valverde berhasil merebut bola dari Martinez dan langsung menendangnya ke gawang yang kosong, membuat Real Madrid unggul 2-0. Meskipun demikian, Inter Milan masih bisa memperkecil ketinggalan melalui gol Carlos Augusto pada menit ke-76.
Walaupun gagal menyamakan kedudukan hingga akhir laga, Chivu tidak memandang hasil tersebut sebagai hal yang negatif.
“Saya sama sekali tidak marah dan justru merasa puas dengan keberanian serta karakter yang ditunjukkan oleh tim,” ungkap Chivu saat diwawancarai.
Menurut Chivu, kesalahan dalam pertandingan merupakan hal yang tidak terhindarkan dalam olahraga. Yang lebih penting, ia menekankan adalah bagaimana setiap pemain dan tim dapat merespons setelah melakukan kesalahan tersebut.
“Kesalahan adalah bagian dari permainan; yang terpenting adalah respons kita terhadap kesalahan itu dan terus maju hingga pertandingan berakhir,” tegasnya.
Chivu menilai bahwa timnya tetap menunjukkan permainan yang baik meski harus menghadapi Real Madrid di markas mereka. Ia juga menyatakan bahwa Inter berusaha untuk mendominasi pertandingan serta mempertahankan inisiatif selama 90 menit.
“Hal ini membuat saya merasa optimis untuk masa depan tim. Kesalahan dapat terjadi, dan kami menyadari pentingnya memberi sedikit ruang pada transisi serta kualitas serangan lawan. Namun, kami berhasil bertahan hingga akhir, menunjukkan karakter yang baik, dan itu adalah penampilan yang patut diapresiasi,” kata Chivu.
➡️ Baca Juga: Saham Asia Diprediksi Menguat Setelah Kenaikan Signifikan di Sektor Teknologi
➡️ Baca Juga: Kemangi Sebagai Solusi Efektif untuk Perawatan Kulit yang Sehat dan Bersinar




