Program Pestani Tingkatkan Hasil Petani Nganjuk Menjadi 20 Ton Bawang Merah Per Hektare

Anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Petrokimia Gresik (Persero) berkomitmen untuk mendukung pengembangan bawang merah unggulan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, melalui inisiatif “Pestani Bawang Merah Nyawiji”.
Program ini melibatkan 120 petani dari enam kecamatan di wilayah Nganjuk dan mencakup pelaksanaan demonstration plot (demplot) sebagai bagian integral dari program tersebut.
“Melalui inisiatif ini, kami berhasil meningkatkan produktivitas bawang merah hingga mencapai 20 ton per hektare, yang merupakan kenaikan sebesar 12 persen dibandingkan hasil panen sebelumnya yang hanya 18 ton per hektare,” ungkap Adityo Wibowo, Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik dalam pernyataannya pada Kamis, 10 September 2026.
Adityo menambahkan bahwa bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang sangat strategis, dengan nilai ekonomi yang tinggi dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas dan kualitas komoditas ini sangat penting, tidak hanya untuk meningkatkan kesejahteraan para petani, tetapi juga dalam menjaga ketersediaan pangan yang berkualitas.
“Dengan Program Pestani, kami di Petrokimia Gresik ingin menjalin kedekatan yang lebih erat dengan para petani. Kami berkomitmen untuk tidak hanya menyediakan pupuk, tetapi juga terus memberikan edukasi tentang pemupukan berimbang, layanan uji tanah, pendampingan dalam budidaya, pemanfaatan teknologi pertanian, serta penguatan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir,” jelasnya.
Jawa Timur memiliki peranan yang sangat penting dalam produksi bawang merah di tingkat nasional. Pada tahun 2024, produksi bawang merah di provinsi ini diperkirakan mencapai 476.666 ton, dengan luas lahan panen sekitar 53.681 hektare.
Sementara itu, total produksi bawang merah nasional tercatat sebanyak 2.085.721 ton, dengan luas panen mencapai 188.561 hektare. Data ini menunjukkan betapa strategisnya posisi Jawa Timur dalam mendukung produksi bawang merah di seluruh Indonesia.
Di dalam ekosistem pertanian ini, Kabupaten Nganjuk dikenal sebagai salah satu pusat utama penghasil bawang merah. Potensi ini semakin diperkuat oleh keberadaan varietas lokal unggulan, seperti Tajuk atau Tanaman Asli Nganjuk, yang terkenal memiliki kualitas umbi yang unggul, warna menarik, ukuran yang seragam, serta daya simpan yang baik.
Adityo juga menyampaikan bahwa Nganjuk menempati posisi kedua di tingkat nasional dalam hal produksi bawang merah, sementara varietas Tajuk menduduki peringkat teratas sebagai benih bawang merah di Indonesia.
“Pestani bukan sekadar sebuah kompetisi. Kami merancang Pestani sebagai wadah bagi para petani untuk belajar, berbagi pengalaman, membangun kolaborasi, serta menunjukkan praktik budidaya terbaik pada komoditas unggulan daerah,” ujarnya.
➡️ Baca Juga: Latihan Fisik di Bulan Desember Meningkatkan Fokus dan Energi Sehari-hari
➡️ Baca Juga: Panduan Menentukan Nilai Wajar Saham Sebelum Melakukan Pembelian Besar




