Truk ODOL Mempercepat Kerusakan Jalan, Negara Perlu Anggarkan Biaya Perbaikan

Truk yang membawa muatan berlebih, atau yang dikenal dengan sebutan ODOL (Over Dimension Over Loading), tidak hanya meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan di jalan raya, tetapi juga mempercepat kerusakan infrastruktur jalan. Kondisi ini memaksa pemerintah untuk menanggung biaya pemeliharaan infrastruktur yang seharusnya dapat diminimalisir melalui pengawasan yang lebih ketat terhadap kendaraan angkutan barang.
Menurut Djoko Setijowarno, anggota Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, pengendalian truk ODOL harus dimulai dari titik awal pengiriman barang, terutama di kawasan industri di mana aktivitas pengiriman berlangsung.
Djoko menekankan bahwa penting untuk melakukan pengawasan terhadap muatan sebelum kendaraan memasuki jalan umum. Salah satu solusi yang bisa diterapkan adalah dengan menyediakan fasilitas penimbangan di kawasan industri guna memastikan bahwa muatan kendaraan tidak melebihi batas yang diizinkan.
“Beban gandar yang melebihi kapasitas adalah salah satu penyebab utama kerusakan jalan yang cepat,” ungkap Djoko dalam keterangan yang diterima pada 20 Oktober 2026.
Ia juga menyatakan bahwa melakukan pemeriksaan muatan sejak titik muat dapat membantu menjaga kondisi jalan agar sesuai dengan umur rencana. Dengan demikian, diharapkan kebutuhan untuk melakukan perbaikan jalan akibat truk yang bermuatan berlebih dapat diminimalisir.
Djoko menjelaskan bahwa di Indonesia terdapat 181 kawasan industri, berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian pada tahun 2026. Dari jumlah tersebut, 108 kawasan terletak di Pulau Jawa, sementara 73 kawasan lainnya tersebar di luar Jawa.
Kawasan industri memiliki peran penting sebagai titik awal pergerakan barang dari produsen, gudang, hingga pusat distribusi. Oleh karena itu, pengawasan terhadap muatan di lokasi-lokasi ini sangat penting untuk memastikan kendaraan telah diperiksa sebelum memasuki jalan umum.
Fasilitas yang bisa digunakan untuk penimbangan mencakup jembatan timbang statis serta teknologi Weigh-in-Motion (WIM). Teknologi WIM memungkinkan penimbangan kendaraan saat melintas, yang diharapkan dapat memastikan bahwa muatan kendaraan sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebelum meninggalkan kawasan industri.
Djoko juga menggarisbawahi bahwa penerapan kebijakan ini berdampak pada penggunaan anggaran pemerintah. Ia berpendapat bahwa pengendalian muatan truk dapat membantu mengurangi pengeluaran untuk perawatan jalan yang rusak akibat truk ODOL.
“Jika muatan truk dapat dikelola dengan baik, pemerintah pusat dan daerah bisa mengalihkan anggaran yang sebelumnya digunakan untuk perbaikan jalan akibat truk ODOL ke proyek infrastruktur publik lainnya yang lebih produktif,” jelasnya.
Selain berdampak pada kondisi jalan, truk dengan muatan berlebih juga dapat menyebabkan masalah serius pada komponen kendaraan itu sendiri. Beban yang melebihi kapasitas dapat mempengaruhi kinerja ban, suspensi, dan sistem pengereman, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan di jalan raya.
➡️ Baca Juga: Gym Workout Terstruktur Agar Progres Latihan Tetap Terukur Dan Konsisten Optimal Setiap Hari
➡️ Baca Juga: Britney Spears Siap Patuhi Proses Hukum Setelah Ditangkap Karena Mengemudi dalam Keadaan Mabuk




