Abu Vulkanik Anak Krakatau Mencapai Jakarta, Ini Kondisi Halte TJ dan Stasiun MRT

Jakarta – Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau mulai dirasakan di berbagai wilayah Ibu Kota sejak malam Jumat, 4 September 2026. Abu vulkanik yang dihasilkan erupsi tersebut dilaporkan mencapai Jakarta pada Minggu pagi, 6 September 2026, dan terlihat menempel di banyak fasilitas umum, kendaraan, serta area permukiman.
Kondisi ini juga terlihat di beberapa titik transportasi umum di Jakarta. Warga setempat membagikan foto-foto yang menunjukkan halte Transjakarta dan stasiun MRT yang tampak lebih berdebu dari biasanya sebagai akibat dari paparan abu vulkanik.
Salah satu laporan mengenai situasi tersebut diunggah melalui akun Instagram @jktinfo. Para warga diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan sebagai langkah pencegahan dari dampak abu vulkanik yang dapat membahayakan kesehatan.
Halte Transjakarta Cawang UKI menjadi salah satu lokasi yang menarik perhatian. Dalam foto-foto yang beredar, permukaan lantai halte terlihat dipenuhi material berwarna abu-abu, memberikan kesan lebih kotor dibandingkan biasanya.
“Belum pernah melihat lantai halte seburuk ini. Apakah ini akibat abu vulkanik dari Anak Gunung Krakatau?” tulis seorang pengguna Instagram di unggahan @jktinfo, pada Minggu, 6 September 2026.
Kondisi ini mencerminkan bagaimana sebaran abu vulkanik dapat memengaruhi ruang publik di kawasan perkotaan. Abu yang terbawa angin dapat mengendap di berbagai permukaan terbuka, termasuk lantai, kendaraan, balkon, serta fasilitas transportasi.
Di samping fasilitas transportasi umum, abu vulkanik juga terlihat menempel di kendaraan pribadi masyarakat. Salah satu foto yang diunggah menunjukkan kaca mobil yang dipenuhi lapisan debu akibat paparan abu vulkanik.
“Wah, sudah sampai ke Condet juga,” ujar seorang netizen.
Unggahan lain menunjukkan kondisi serupa, di mana lapisan abu menempel cukup tebal pada kaca kendaraan. Warga melaporkan bahwa perubahan ini terjadi dengan sangat cepat.
“Semalam masih bersih, tapi pagi-pagi sudah debuan seperti habis road trip seminggu. Teras, balkon, bahkan rooftop juga dipenuhi abu vulkanik dari Anak Krakatau,” tulis seorang pengguna media sosial.
Kondisi berdebu juga dilaporkan terjadi di Stasiun MRT Haji Nawi. Seorang netizen mengingatkan kepada masyarakat yang tetap harus bepergian agar memperhatikan perlindungan diri, terutama dengan menggunakan masker untuk melindungi diri dari partikel halus di udara.
➡️ Baca Juga: Jonatan Christie Ungkap Kenyataan: Gelar Indonesia Open Masih Belum Dikuasai
➡️ Baca Juga: Kerusuhan Slipi Tinggalkan Kerusakan Besar, Motor dan Pos Polisi Terbakar, Truk Hancur




