depo 10k depo 10k

Slot online yang mendapat banyak ulasan menarik

Mahjong Ways tawarkan bagi-bagi bonus oriental empire celebration dengan sensasi menarik

Perkembangan game mobile dari pg soft dan pragmatic play

Bagaimana gates of olympus menarik perhatian penggemar game

Evaluasi data mahjong dinamika analytics

Slot online yang banyak direkomendasikan pengguna berpengalaman

sport

Jonatan Christie Ungkap Kenyataan: Gelar Indonesia Open Masih Belum Dikuasai

Jakarta – Jonatan Christie, salah satu bintang bulu tangkis Indonesia, menetapkan ambisi yang tinggi untuk memberikan penampilan terbaiknya di Polytron Indonesia Open 2026. Pebulu tangkis tunggal putra yang akrab disapa Jojo ini mengakui bahwa turnamen bergengsi tingkat BWF World Tour Super 1000 ini masih menjadi “mimpi yang belum terwujud” dalam perjalanan kariernya.

Sejak debutnya pada tahun 2015, Jonatan belum pernah merasakan manisnya mengangkat trofi Indonesia Open. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa edisi tahun ini menjadi salah satu tujuan utama yang ingin ia capai.

“Indonesia Open adalah salah satu keinginan saya untuk bisa meraih gelar juara. Jadi, ini menjadi fokus utama saya tahun ini,” ungkap Jonatan di Jakarta, pada Selasa, 14 April 2026.

Keinginan kuat Jojo tidak hadir tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, hasil yang ia raih di turnamen di tanah air tidak sesuai dengan harapan yang diinginkan. Ia pun telah berkomunikasi dengan tim pelatih untuk memastikan persiapan menuju Indonesia Open 2026 dilakukan secara optimal dari semua sisi.

“Kami pasti akan mempersiapkan segalanya 100 persen, karena kami ingin mendapatkan hasil terbaik. Tahun lalu, saya terhenti di babak awal, namun itu menjadi pengalaman berharga,” jelasnya.

Rasa penasaran Jonatan terhadap gelar Indonesia Open sangatlah wajar. Meskipun ia telah menjadi salah satu ikon bulu tangkis Indonesia selama satu dekade terakhir, prestasi terbaiknya di turnamen ini hanya sampai pada semifinal di edisi 2021. Saat itu, langkahnya terhenti oleh pebulu tangkis Denmark, Viktor Axelsen, dengan skor 19-21 dan 15-21.

Setelah pencapaian tersebut, performa Jonatan di Indonesia Open justru mengalami ketidakstabilan. Ia sempat mencapai perempat final pada tahun 2023, namun di dua edisi terakhir, ia harus tersingkir lebih awal, yaitu di babak pertama pada 2024 dan babak kedua pada 2025.

Bagi Jonatan, tampil di Istora Gelora Bung Karno selalu membawa motivasi yang berbeda. Ia merasakan bahwa suasana di arena legendaris tersebut memiliki energi luar biasa yang sulit dijumpai di tempat lain.

“Istora dari dulu tidak pernah berubah, memiliki pesona tersendiri. Dengan dukungan penonton yang luar biasa, saya rasa atmosfer tersebut tidak bisa digantikan oleh stadion lain,” kata peraih medali emas Asian Games 2018 itu.

Jojo berharap dukungan penuh dari publik kembali memadati Istora saat pelaksanaan Indonesia Open 2026 yang dijadwalkan berlangsung dari 2 hingga 7 Juni mendatang. Menurutnya, kehadiran para suporter bisa menjadi tambahan semangat bagi para wakil Merah Putih di turnamen tersebut.

➡️ Baca Juga: Panduan Praktis Memulai Short-Term Trading Saham dengan Modal Minimal yang Aman

➡️ Baca Juga: 9 Laga Penting! PSIM Siap Saingi Papan Atas, Tidak Hanya Bertahan di Liga

Related Articles

Back to top button