depo 10k depo 10k

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

berita

Gunung Lokon Meningkatkan Aktivitas, Warga dan Wisatawan Dihimbau Tetap Jaga Jarak

Aktivitas vulkanik Gunung Lokon yang terletak di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, menunjukkan tanda peningkatan yang signifikan. Dalam beberapa hari terakhir, Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lokon melaporkan adanya fluktuasi dalam frekuensi gempa vulkanik dangkal.

Armando Manguleh, Ketua Pos PGA Lokon, menjelaskan bahwa peningkatan kegempaan ini masih berhubungan dengan rangkaian aktivitas vulkanik yang telah terjadi sebelumnya.

“Frekuensi kegempaan ini memang menunjukkan pola fluktuatif. Ini merupakan bagian dari peningkatan aktivitas vulkanik yang telah terpantau beberapa waktu lalu,” ungkap Armando, yang dikutip pada Minggu, 27 September 2026.

Hasil pengamatan pada 25 September 2026 menunjukkan adanya sembilan kali gempa embusan yang memiliki amplitudo antara 5 hingga 38 milimeter, dengan durasi berkisar antara 10 hingga 68 detik.

Di samping itu, Pos PGA Lokon juga merekam 25 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 2 hingga 7 milimeter dan durasi antara 3 hingga 15 detik. Terdapat pula delapan kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 2 hingga 40 milimeter dan durasi antara 19 hingga 131 detik.

Armando menegaskan bahwa aktivitas Gunung Lokon saat ini berada pada Level II, yang berarti dalam status Waspada.

“Status aktivitas Gunung Lokon saat ini adalah Level II (Waspada),” jelasnya.

Dengan kondisi yang ada, masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak mendekati area kawah. Aktivitas di sekitar Kawah Tompaluan juga dilarang dalam radius 1,5 kilometer.

Masyarakat juga diharapkan untuk bersiap menghadapi kemungkinan terjadinya letusan atau hujan abu. Jika hujan abu terjadi, disarankan untuk tetap berada di dalam rumah.

Bagi mereka yang terpaksa berada di luar rumah saat hujan abu, penggunaan pelindung hidung dan mulut seperti masker serta pelindung mata berupa kacamata sangat dianjurkan.

Peningkatan aktivitas kegempaan Gunung Lokon telah terlihat dalam beberapa hari terakhir. Pada 22 September 2026, tercatat sebanyak 29 kali gempa vulkanik dangkal.

Jumlah ini meningkat menjadi 32 kali pada 23 September, dan kemudian menurun menjadi 11 kali pada 24 September. Dalam kondisi normal, frekuensi kegempaan Gunung Lokon biasanya berkisar antara 10 hingga 20 kali.

Gunung Lokon sebelumnya juga mengalami peningkatan status. Pada 3 September 2025, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan status Gunung Lokon dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada pukul 12.00 WITA.

Namun, status tersebut kemudian diturunkan kembali menjadi Level II (Waspada) pada 25 Oktober 2025.

➡️ Baca Juga: Pesan Idul Fitri Menkomdigi dan Wamenkomdigi untuk Masyarakat Indonesia

➡️ Baca Juga: Investasi Saham: Solusi Keuangan Jangka Panjang yang Terencana dan Efektif

Related Articles

Back to top button