18.504 Personel Dikerahkan untuk Pengamanan Demo Hari Ini dengan Pembagian 6 Zona

Jakarta – Sebanyak 18.504 personel telah dikerahkan untuk menjaga keamanan dan memberikan pelayanan selama berlangsungnya aksi unjuk rasa di berbagai lokasi di Jakarta Pusat pada hari ini.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Dr. Reynold EP Hutagalung, menjelaskan bahwa strategi pengamanan dilakukan secara berlapis untuk memastikan bahwa penyampaian aspirasi berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.
“Pengamanan sudah dimulai sejak pukul 07.00 WIB, melibatkan sejumlah pejabat utama serta perwira pengendali,” ungkap Reynold dalam pernyataannya di Jakarta.
Dia juga menyampaikan bahwa pimpinan Polres Metro Jakarta Pusat ikut memimpin secara langsung pengamanan di Zona 1, yang mencakup kawasan Ring 1 DPR/MPR.
Sementara itu, Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Mirzal Maulana, bertanggung jawab atas pengamanan dan pelayanan di wilayah hukum Polsek Metro Gambir.
Reynold menjelaskan bahwa pengamanan dibagi ke dalam beberapa zona untuk mengantisipasi konsentrasi massa serta menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat.
Zona 2 meliputi sejumlah titik di sekitar kompleks DPR/MPR hingga Fly Over Semanggi.
Adapun Zona 3 mencakup area Pintu Escape SPARK, TVRI, traffic light di Hotel Mulia, dan traffic light Asia Afrika.
Zona 4 meliputi kawasan Gerbang Pancasila, sementara Zona 5 mencakup Pospol Palmerah, Stasiun Palmerah, Masjid DPR, hingga Gedung LHK.
Sedangkan Zona 6 mencakup area BPK RI, Lorong Warga, dan Ladokgi Atas.
Selain itu, personel juga disiagakan di kawasan Bundaran HI dan Dukuh Atas untuk memantau pergerakan massa dan dampaknya terhadap arus lalu lintas.
Reynold menegaskan bahwa dalam pelaksanaan pengamanan, personel kepolisian yang bertugas tidak diperkenankan membawa senjata api maupun senjata tajam.
“Langkah ini sebagai bentuk komitmen Polri untuk mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam memberikan pelayanan serta pengamanan selama aksi unjuk rasa,” tambah Reynold.
Di samping pengamanan massa, personel lalu lintas juga disiapkan untuk melakukan pengaturan dan pengalihan arus lalu lintas sesuai dengan situasi yang ada.
Rekayasa lalu lintas akan diterapkan jika terjadi peningkatan kepadatan atau jika massa aksi menutup ruas jalan tertentu.
Reynold menyatakan bahwa pengamanan ini dilakukan dengan mengutamakan pendekatan humanis.
Polisi akan tetap memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mereka sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh masyarakat yang menyampaikan aspirasi. Pendekatan humanis, komunikasi, dan persuasif menjadi prioritas kami dalam melayani masyarakat,” pungkas Reynold.
➡️ Baca Juga: Mobil Tempur Dewa United Motorsports 2026: Pilihan Terbaik untuk Rally dan Touring
➡️ Baca Juga: Luna Maya Tegaskan Pesan Kuat untuk Pejabat Nakal: Saatnya Bertobat!




