Sinar Mas Dukung Garuda Spark untuk Memperkuat Ekosistem Digital Indonesia di Pasar Global

Jakarta – Pengembangan ekosistem digital Indonesia terus mendapatkan dukungan kuat melalui kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. Salah satu inisiatif yang menonjol adalah peluncuran Garuda Spark Innovation Hub (GSIH), yang kini telah hadir di berbagai kota di Indonesia.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berkolaborasi dengan sejumlah mitra, termasuk Sinar Mas, untuk memperkuat pengembangan GSIH dalam rangka meningkatkan ekosistem digital nasional.
Peluncuran GSIH dilakukan secara serentak di beberapa kota, termasuk Jakarta, Batam, Medan, Bandung, Malang, Makassar, Papua, Yogyakarta, Aceh, dan Surabaya. Acara utama peluncuran ini diselenggarakan di Biomedical Campus yang terletak di BSD City, Tangerang Selatan.
Ferry Salman, Managing Director Sinar Mas, menjelaskan bahwa kehadiran GSIH diharapkan dapat menjadi platform yang menghubungkan inovator digital, ahli kecerdasan buatan, pelaku bisnis, dan mitra internasional.
“Kami memiliki keyakinan tinggi bahwa inisiatif Garuda Spark Innovation Hub akan memperkuat industri digital di Indonesia, terutama dengan dukungan dari ekosistem yang sesuai, seperti Biomedical Campus di BSD City. Hal ini diharapkan dapat menarik lebih banyak inovator digital dan talenta di bidang kecerdasan buatan agar dapat bersinergi, serta mempertemukan mereka dengan mitra global. Ini akan memperluas peluang usaha, termasuk mendukung perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah, sehingga turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ungkap Ferry Salman pada Rabu, 26 Agustus 2026.
GSIH BSD City merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Komunikasi dan Digital dengan Sinar Mas Land, yang menggunakan skema Private Owned, Government Operated (POGO).
Dalam kerangka skema ini, Sinar Mas Land bertanggung jawab untuk menyediakan infrastruktur fisik, sementara pemerintah berperan dalam mengelola berbagai program dan membangun jejaring ekosistem yang menghubungkan startup, talenta digital, industri, investor, akademisi, serta mitra global.
Kehadiran GSIH BSD City diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai ruang kerja bersama, melainkan juga sebagai gerbang bagi inovasi yang dihasilkan oleh anak bangsa untuk mendapatkan akses ke mitra, pasar, dan peluang bisnis di tingkat global.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menekankan bahwa keberadaan GSIH di berbagai daerah memperlihatkan upaya untuk menyatukan kekuatan dari berbagai pihak dalam mendorong transformasi digital di tingkat nasional.
Seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku industri, pemerintah, investor, sektor usaha, dan akademisi, diharapkan tidak lagi beroperasi secara terpisah dalam upaya mengembangkan ekosistem digital yang lebih terintegrasi.
➡️ Baca Juga: Manajemen Keuangan Pribadi: Strategi Efektif untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Anda
➡️ Baca Juga: Komposisi Terbaru Hyundai Hillstate 2026/27: Megawati Sebagai Andalan Kang Sung-hyung




