depo 10k depo 10k

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

berita

Aris Sanda Dituduh Sebagai Intel dan Tewas Terbakar, Polisi Ungkap Fakta yang Sesungguhnya

Teka-teki mengenai sosok Aris Sanda, yang ditemukan tewas akibat tembakan di Jalan Trans Wamena, Papua Pegunungan, mulai terurai dengan jelas.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa Aris bukanlah seorang anggota intelijen, meskipun sebelumnya ada klaim dari kelompok bersenjata yang mengarah ke arah tersebut.

Aris diketahui sebagai warga sipil yang berprofesi sebagai sopir lansiran. Pekerjaan ini telah dilakoni selama sekitar 13 tahun, melayani jalur yang sama.

Kepala Satuan Tugas Hubungan Masyarakat Operasi Damai Cartenz, Komisaris Besar Polisi Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa kepastian ini diperoleh setelah proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan.

“Informasi yang menyebutkan sopir lanjuran itu terlibat dengan intelijen adalah kabar yang tidak benar atau hoaks. Dia memang seorang sopir yang telah bekerja di jalur tersebut selama lebih dari satu dekade,” jelas Yusuf, dalam pernyataannya pada Jumat, 18 September 2026.

Pernyataan ini sekaligus membantah narasi yang beredar setelah Aris ditemukan meninggal dalam kondisi terbakar bersama mobilnya.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak cepat percaya terhadap informasi yang beredar, terutama yang belum melalui proses verifikasi yang memadai.

Di sisi lain, aparat kepolisian tengah memburu orang-orang yang bertanggung jawab atas kematian Aris. Satgas Operasi Damai Cartenz memastikan bahwa penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban tewas.

“Kami akan terus menyelidiki kasus ini untuk mengejar dan menangkap pelaku kejahatan yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Hingga saat ini, polisi belum dapat menyimpulkan identitas pelaku penembakan terhadap Aris. Namun, informasi yang berhasil dihimpun di lapangan menunjukkan bahwa penyidik sedang mendalami kemungkinan keterlibatan kelompok Kodap III Ndugama.

Kelompok ini dilaporkan berada di sekitar lokasi kejadian dan memiliki hubungan yang erat dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Yusuf menekankan bahwa informasi ini masih dalam tahap penyelidikan dan memerlukan verifikasi lebih lanjut.

“Memang ada laporan yang mengarah kepada kelompok Kodap III Ndugama yang berada di dekat lokasi, tetapi informasi tersebut masih perlu kami dalami dan verifikasi lebih lanjut,” tambahnya.

Sementara itu, pernyataan yang berbeda muncul dari Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom. Ia mengklaim bahwa kelompoknya bertanggung jawab atas penembakan yang menewaskan Aris.

➡️ Baca Juga: Gaya Hidup Sehat Aktif dan Pasif yang Seimbang untuk Pekerja Duduk Sehari-hari

➡️ Baca Juga: Maksimalkan Produktivitas Harian dengan Pengelolaan Waktu Pagi yang Terarah

Related Articles

Back to top button