Kemendikdasmen Lepas Kontingen WSC Shanghai dengan Target Lebih dari Sekadar Medali

Sebanyak 20 talenta unggulan di bidang vokasi dari Indonesia telah bersiap untuk menunjukkan kemampuan mereka di ajang prestisius WorldSkills Competition (WSC) ke-48 yang berlangsung di Shanghai, Tiongkok.
Mereka akan bersaing dengan perwakilan dari lebih dari 80 negara di seluruh dunia, sebuah tantangan yang tidak dapat dianggap remeh.
Pelepasan kontingen Merah Putih ini dilakukan secara resmi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen).
Acara yang penuh haru dan kebanggaan ini berlangsung di Plaza Insan Berprestasi Kemdikdasmen, Jakarta, pada malam hari tanggal 15 September 2026.
Tim Indonesia yang berpartisipasi terdiri dari 20 kompetitor yang tangguh, yang akan didampingi oleh 17 ahli di bidangnya masing-masing. Mereka akan bertarung dalam 17 kategori keahlian yang berbeda.
Para duta bangsa tersebut bukanlah individu sembarangan; mereka adalah siswa dan alumni dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), serta talenta pilihan yang telah mendapatkan bimbingan dari berbagai mitra industri, setelah menjalani pelatihan intensif selama berbulan-bulan.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menekankan bahwa persiapan tim tidak hanya berfokus pada penguasaan keterampilan teknis semata.
Kematangan mental, disiplin yang tinggi, serta integritas kerja yang setara dengan standar internasional telah ditanamkan kepada seluruh peserta dengan sangat mendalam.
“Mereka berangkat bukan sekadar membawa koper, melainkan juga membawa nama besar Indonesia. Mereka telah dilatih secara menyeluruh, baik dari segi teknis, mental, maupun disiplin dengan standar yang diakui dunia,” jelasnya.
Tatang juga menambahkan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam kompetisi ini lebih dari sekadar untuk meraih medali. Ajang ini juga merupakan kesempatan untuk menyerap kemajuan teknologi dan menyesuaikan standar kompetensi vokasi nasional dengan kualifikasi yang berlaku secara global.
“Target kita bukan hanya sekadar pulang dengan medali, tetapi juga membawa pengalaman, teknologi, dan standar global yang bermanfaat untuk kemajuan pendidikan vokasi di tanah air,” ungkapnya.
Keberanian Indonesia untuk bersaing di tingkat internasional di WSC Shanghai tidak lepas dari dukungan yang kuat dari Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
Kolaborasi ini tercermin dari partisipasi berbagai raksasa industri dan institusi seperti Astra, Denso, Djarum Foundation, PT KAI, serta sejumlah politeknik dan universitas, yang telah berkontribusi dalam membentuk kontingen yang kompetitif ini.
Sinergi tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi modern tidak lagi terbatas pada teori di dalam kelas. Lulusan vokasi kini dituntut untuk lebih dinamis, relevan, dan siap menghadapi tantangan nyata di pasar kerja global.
➡️ Baca Juga: B50 Memfasilitasi Hilirisasi Sawit Menuju Beragam Produk Turunan yang Lebih Berharga
➡️ Baca Juga: Megawati Cs Siap Buka Peluang Grand Final Proliga 2026 di Yogyakarta, Kalahkan Phonska Plus




