Korban Tewas Akibat Gempa NTT Mencapai 111 Orang, Sementara Pengungsi Menurun

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya peningkatan jumlah korban tewas akibat gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga informasi terbaru pada Kamis, 27 Agustus pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 111 orang, bertambah enam orang dibandingkan dengan data sebelumnya.
Berton SP Panjaitan, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, mengungkapkan bahwa penambahan jumlah korban tewas ini terjadi di Kabupaten Manggarai, yang mencatat empat orang, sementara dua orang lainnya berasal dari Kabupaten Manggarai Timur.
Dalam kesempatan yang sama, Berton memberikan kabar mengenai penurunan jumlah pengungsi di posko gempa di Kabupaten Sikka, NTT. Total pengungsi kini tercatat sebanyak 2.439 individu, mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan dengan jumlah sebelumnya.
Ia menjelaskan bahwa jumlah pengungsi di posko tersebut menunjukkan penurunan yang drastis, dimana sebelumnya jumlah pengungsi mencapai 10.708 orang.
“Berdasarkan data terkini, total pengungsi yang kami catat kini berjumlah 176.621 orang. Penurunan ini sangat mencolok, terutama berasal dari posko di Kabupaten Sikka,” ungkap Berton dalam siaran yang membahas penanganan pasca-gempa bumi berskala M7,7 dan kebakaran hutan di Indonesia.
Berton juga melaporkan bahwa beberapa posko lainnya tetap mencatat jumlah pengungsi yang tidak berubah pada Kamis, 27 Agustus. Posko di Kabupaten Nageko, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada menunjukkan stabilitas dalam angka pengungsi yang ada.
Sementara itu, di posko yang terletak di Kabupaten Ende, terdapat peningkatan jumlah pengungsi sebanyak 23 orang yang baru saja tercatat.
Dalam konteks ini, Berton mengimbau masyarakat yang terdampak bencana, khususnya mereka yang memiliki rumah yang tetap kokoh pasca-gempa, agar mempertimbangkan untuk kembali ke tempat tinggal mereka masing-masing.
“Kami menekankan kepada warga yang rumahnya masih utuh dan kuat pasca-gempa M7,7 dan gempa susulan agar dapat segera meninggalkan posko pengungsian dan kembali ke rumah,” ujar Berton.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa BNPB bersama dengan pemerintah daerah akan terus menyediakan layanan logistik dan kebutuhan pokok lainnya bagi masyarakat yang memilih untuk kembali ke rumah mereka.
“Kami dari BNPB dan pemerintah daerah berkomitmen untuk memastikan penyediaan makanan dan kebutuhan dasar lainnya bagi pengungsi yang secara sukarela memilih untuk meninggalkan posko pengungsian,” tambahnya.
Dengan situasi yang terus berkembang, langkah-langkah mitigasi dan pemulihan bagi korban tewas gempa NTT dan para pengungsi menjadi fokus utama. Penanganan yang tepat dan responsif sangat diperlukan agar masyarakat dapat pulih dengan cepat dari dampak bencana ini.
➡️ Baca Juga: Ibunda Jupe Terharu Dikenang Raffi Ahmad Meski Putrinya Telah Tiada
➡️ Baca Juga: Kompolnas Dukung Polri untuk Tindak Tegas Aktor Intelektual Karhutla




