Siswa SMP Jaktim Dipukuli Usai Edit Foto Teman dengan AI Jadi Vulgar dan Melapor ke Polisi

Jakarta – Tindakan seorang siswa kelas 9 di SMP Negeri yang terletak di Pulogadung, Jakarta Timur, berujung pada masalah serius setelah ia mengedit foto teman-temannya dengan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) menjadi gambar yang bernuansa vulgar.
Siswa yang diduga melakukan pengeditan tersebut justru melapor ke pihak kepolisian setelah mengalami insiden dugaan penganiayaan. Ia mengklaim telah dipukul oleh kelompok teman dari siswi yang fotonya telah diedit menjadi gambar yang tidak pantas.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Metro Jakarta Timur, Ajun Komisaris Polisi I Made Budi, mengonfirmasi bahwa informasi tersebut benar adanya. Namun, hingga saat ini, pihak kepolisian belum menerima laporan dari para siswa yang dikabarkan menjadi korban pengeditan foto tersebut.
“Memang benar adanya laporan tersebut, tetapi saat ini kami belum mendapatkan laporan resmi dari para korban,” ujar Made saat dihubungi pada Kamis, 22 September 2026.
Berdasarkan informasi yang diterima oleh polisi, sejumlah foto dari siswi diduga telah diedit dengan teknologi AI hingga menghasilkan konten yang vulgar, dan jumlah foto tersebut mencapai ratusan.
Tidak hanya diedit, foto-foto itu juga diketahui sempat disebarluaskan dalam bentuk stiker. Made mengonfirmasi keabsahan informasi tersebut, menegaskan bahwa pengeditan foto ini telah menimbulkan dampak yang cukup serius.
“Foto-foto tersebut telah dijadikan stiker,” jelasnya.
Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan terkait dugaan pengeditan foto tersebut, termasuk informasi bahwa hasil manipulasi itu sempat diperdagangkan.
Made mengimbau kepada para siswa yang merasa menjadi korban untuk segera melapor ke pihak kepolisian. Meskipun belum ada laporan dari pihak yang mengaku dirugikan, kepolisian tetap aktif mengumpulkan informasi mengenai masalah ini.
Di tengah penyelidikan kasus ini, siswa yang diduga melakukan pengeditan foto justru menjadi korban dugaan kekerasan fisik. Ia telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Jakarta Timur.
Pihak kepolisian menjelaskan bahwa penganiayaan itu diduga disebabkan oleh kemarahan teman-teman dari siswi yang fotonya diedit setelah mengetahui bahwa foto mereka telah dimanipulasi menjadi gambar vulgar.
“Korban penganiayaan ini sebelumnya mengedit foto siswi-siswi menjadi gambar vulgar, dan teman-teman dari siswi tersebut merasa tidak terima, sehingga melakukan tindakan kekerasan fisik terhadapnya. Dengan kata lain, yang melakukan penganiayaan adalah teman dari para korban yang merasa kesal dengan pengeditan foto tersebut,” terang Made.
Saat ini, polisi terus melakukan penelusuran terhadap dugaan manipulasi foto menggunakan teknologi AI tersebut. Selain itu, mereka juga menangani laporan terkait dugaan penganiayaan yang diajukan oleh siswa yang diduga melakukan pengeditan.
➡️ Baca Juga: Menteri Dody Nyatakan Pembangunan Tanggul Laut Raksasa Tidak Cukup Atasi Masalah Pantura
➡️ Baca Juga: Kapolda Sumsel dan PLN S2JB Diskusikan Strategi Memastikan Keamanan dan Stabilitas Listrik




