TNI AU Kirim 1,2 Ton Es Kering ke Kalimantan untuk Atasi Karhutla Secara Efektif

TNI Angkatan Udara memberikan dukungan signifikan terhadap upaya modifikasi cuaca (OMC) untuk menangani masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan.
Sebanyak 1,2 ton es kering telah dikirimkan melalui pesawat TNI AU ke Lanud Sjamsudin Noor yang terletak di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, selaku Komandan Lanud Sjamsudin Noor, menjelaskan bahwa operasi modifikasi cuaca diaktifkan kembali dengan memadukan teknik penyemaian es kering bersama dengan garam (natrium klorida, NaCl).
“Operasi modifikasi cuaca kembali dilaksanakan hari ini dengan pengiriman 1,2 ton es kering yang tiba diangkut oleh pesawat TNI AU,” ungkap Hilman pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Selain pengiriman es kering, pesawat TNI AU juga membawa dua kontainer khusus untuk penyimpanan material tersebut. Kontainer ini akan ditempatkan di Lanud Sjamsudin Noor agar dapat digunakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sesuai keperluan dalam operasi.
Hilman menambahkan, tujuan dari penyemaian es kering dari pesawat adalah untuk memecah lapisan inversi atmosfer yang menyebabkan asap karhutla terjebak dekat permukaan. Proses ini diharapkan dapat membantu mengatasi hambatan atmosfer dan mendukung terbentuknya awan hujan.
Setelah terbentuknya awan hujan, langkah berikutnya adalah penyemaian garam untuk mempercepat proses turunnya hujan. Dengan demikian, modifikasi cuaca diharapkan dapat berperan aktif dalam penanganan karhutla di Kalimantan.
Hilman juga mengatakan bahwa pelaksanaan OMC ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto, yang kemudian ditindaklanjuti oleh Panglima TNI serta Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) dengan mengerahkan armada pesawat sesuai kebutuhan yang ada.
Untuk mendukung operasi modifikasi cuaca ini, TNI AU menyiagakan tiga unit pesawat CASA NC212 dan tiga unit Cessna Caravan di Kalimantan. Lanud Sjamsudin Noor berperan sebagai pangkalan utama dalam mendukung kelancaran semua agenda penerbangan yang terkait.
“TNI Angkatan Udara menjalankan instruksi presiden secara masif dengan mengerahkan kekuatan secara optimal,” jelasnya.
Sebelumnya, TNI Angkatan Udara (TNI AU) juga meningkatkan intensitas Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan untuk mempercepat proses turunnya hujan buatan yang dibutuhkan di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Misi ini dilakukan dengan menggunakan pesawat NC-212 dengan nomor registrasi A-2107, yang menyasar awan-awan potensial hujan di daerah yang rawan kebakaran.
➡️ Baca Juga: Penggerebekan Tambang Emas Ilegal di Gorontalo: 9 Pekerja Ditangkap, 5 Kg Merkuri Disita
➡️ Baca Juga: Pengaturan Frekuensi Latihan Kardio untuk Mendukung Pertumbuhan Massa Otot yang Optimal




