Perawat RSHS Bandung Serahkan Bayi Nina Saleha kepada Orang Lain, Ini Alasannya

Seorang wanita bernama Nina Saleha, yang berasal dari Cimahi, Jawa Barat, mengungkapkan bahwa bayinya hampir diambil oleh orang yang tidak dikenal di Rumah Sakit Hasan Sadikin pada Rabu, 9 April 2026.
Kejadian tersebut berlangsung saat proses pemulangan dari ruang NICU, di mana staf rumah sakit diduga menyerahkan bayi kepada orang lain setelah mengklaim telah memanggil nama orang tua bayi, namun tidak mendapatkan respons.
Nina menceritakan bahwa bayinya dirawat di ruang NICU selama sekitar lima hari akibat penyakit kuning. Ketika proses administrasi untuk kepulangan berlangsung, ia dan suaminya sempat meninggalkan ruangan untuk mencari makan.
Namun, saat mereka kembali ke ruang perawatan, Nina sangat terkejut melihat bayinya sudah berada dalam gendongan orang lain. Ia langsung mengenali bayinya dari pakaian dan selimut yang digunakan.
“Saat saya kembali, saya melihat bayi saya sudah dibawa oleh orang lain. Saya sangat ingat selimut dan pakaiannya,” ungkap Nina melalui akun TikTok-nya.
Nina segera menghampiri perempuan yang menggendong bayinya untuk memastikan bahwa itu adalah anaknya. Kepastiannya semakin kuat setelah melihat ciri-ciri fisik bayinya, meskipun gelang identitas disebutkan tidak terpasang pada saat itu.
Dalam keadaan panik, Nina langsung memanggil perawat untuk meminta klarifikasi. Ia mengaku sempat berteriak karena khawatir bayinya akan diambil oleh orang lain.
Menurut penjelasan yang diberikan oleh perawat yang bertugas, bayi tersebut diserahkan karena sebelumnya mereka telah memanggil nama Nina, tetapi tidak mendapatkan jawaban.
“Perawat itu bilang, ‘Ibu, tadi saya panggil-panggil Ibu Nina Saleha, kenapa tidak ada respon?’” ujar Nina, mengungkapkan rasa kebingungannya.
Insiden ini terjadi ketika bayi tersebut baru berusia sekitar satu minggu dan sedang dalam proses pemulihan setelah dirujuk dari rumah sakit sebelumnya.
Kejadian ini kemudian menarik perhatian publik setelah Nina membagikan pengalamannya melalui media sosial. Dalam postingannya, ia juga menandai Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar masalah ini mendapatkan perhatian yang layak.
Banyak warganet yang merespons kejadian ini dan meminta agar insiden tersebut diselidiki, mengingat hal ini menyangkut keselamatan pasien, khususnya bayi yang masih memerlukan pengawasan ketat.
➡️ Baca Juga: Bagaimana Lingkungan Bisa Mengubah Hidupmu: Panduan Praktis
➡️ Baca Juga: Laptop Terjangkau dengan Penyimpanan SSD 1TB Siap Digunakan dari Kotak Asli




