Usai Ramadan, Masyarakat Indonesia Menjadi Lebih Selektif dalam Berbelanja

Setelah lebih dari sebulan berlalu dari bulan suci Ramadan, masyarakat Indonesia mulai kembali menjalani aktivitas sehari-hari mereka. Namun, periode yang biasanya dikenal dengan peningkatan konsumsi barang-barang pokok dan fashion ini tampaknya telah mempengaruhi pola belanja masyarakat secara signifikan.
Analisis terbaru menunjukkan adanya perubahan pada pola belanja selama Ramadan 2026, dengan peningkatan yang mencolok juga terlihat pada kategori gaya hidup.
Jika dibandingkan dengan rata-rata transaksi harian sebulan sebelum Ramadan, kategori belanja kebutuhan sehari-hari seperti sirup dan makanan ringan menunjukkan pertumbuhan hampir empat kali lipat. Sementara itu, fashion Muslim mengalami peningkatan hampir tiga kali lipat. Di sisi lain, kategori non-esensial juga mencatat lonjakan yang cukup signifikan.
Misalnya, peralatan olahraga seperti tenis dan padel mengalami kenaikan lebih dari lima kali lipat, menjadikannya salah satu kategori dengan pertumbuhan tertinggi selama periode tersebut. Produk elektronik rumah tangga, termasuk TV LED, mesin cuci, microwave, dan kulkas, juga mengalami pertumbuhan hampir dua kali lipat. Produk perawatan diri pun menunjukkan peningkatan serupa.
“Yang kami amati bukan hanya sekadar peningkatan jumlah transaksi, melainkan juga perubahan dalam motivasi belanja konsumen. Mereka tidak hanya fokus pada kebutuhan selama Ramadan, tetapi juga memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan pembaruan dalam gaya hidup mereka,” ungkap Indra Perdana, Head of Campaign Blibli, dalam keterangannya pada Kamis, 23 April 2026.
Pola belanja ini muncul di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan. Meskipun inflasi bisa dikendalikan dan tingkat kepercayaan konsumen tetap optimis, pemulihan daya beli belum sepenuhnya tercapai. Hal ini mendorong masyarakat untuk lebih selektif dalam menentukan prioritas belanja mereka.
Laporan dari Jakpat berjudul ‘Consumer Commerce Outlook 2026’ menyebutkan bahwa konsumen di Indonesia kini semakin menunjukkan karakter sebagai pembeli yang rasional. Mereka lebih aktif dalam membandingkan harga, mencari nilai terbaik, dan memilih saluran belanja dengan lebih cermat.
Dalam konteks ini, peningkatan dalam kategori produk olahraga dan elektronik mencerminkan pergeseran preferensi konsumen. Mereka mulai mengalokasikan pengeluaran untuk produk-produk yang dianggap memberikan manfaat lebih jangka panjang.
Dari segi demografi, kelompok usia 25 hingga 44 tahun menjadi penyumbang utama transaksi selama Ramadan 2026. Komposisi gender dalam kategori ini relatif seimbang, dengan 54 persen adalah pria dan 46 persen perempuan. Selain itu, metode pembayaran yang paling banyak digunakan adalah virtual account, diikuti oleh kartu kredit dan dompet digital.
➡️ Baca Juga: Laptop Terbaik untuk Content Creator Pemula: Pilihan Kinerja Stabil dengan SSD Cepat
➡️ Baca Juga: Manajemen Cedera yang Efektif untuk Memastikan Konsistensi Performa Pemain Sepak Bola Profesional




