John Herdman Dinilai Kurang Memahami Dinamika Sepak Bola Asia Tenggara

Pengamat sepak bola, Hadi Gunawan, yang akrab disapa Bung Ahay, menilai bahwa pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menunjukkan ketidakmampuan dalam memahami dinamika sepak bola di Asia Tenggara. Hal ini diungkapkannya sebagai salah satu alasan di balik kegagalan skuad Garuda untuk melanjutkan langkah di fase grup Piala AFF 2026.
Bung Ahay menekankan bahwa meskipun tanggung jawab atas kegagalan Timnas Indonesia secara keseluruhan tetap berada di tangan PSSI sebagai badan pengelola, namun dalam aspek teknis di lapangan, ia percaya bahwa John Herdman harus bertanggung jawab penuh.
“Dalam hal organisasi, jelas bahwa PSSI yang harus menanggung beban tersebut. Semua keberhasilan dan kegagalan tim pasti menjadi tanggung jawab PSSI. Namun, ketika berbicara mengenai performa tim, beban tersebut harus diemban sepenuhnya oleh John Herdman sebagai pelatih,” ungkap Bung Ahay dalam podcast Bangku Cadangan yang ditayangkan pada 13 Agustus 2026.
Ia berpendapat bahwa Indonesia sebenarnya memiliki potensi pemain yang cukup baik untuk bersaing merebut gelar juara. Oleh karena itu, kegagalan untuk mencapai semifinal sangat terkait dengan keputusan serta strategi yang diambil oleh pelatih.
“Menurut saya, saat ini adalah momen yang sangat tepat, dan kualitas pemain di tim ini sangat mendukung untuk meraih juara, tetapi pada akhirnya kami harus menghadapi kegagalan,” jelasnya.
Bung Ahay menegaskan bahwa masalah utama bukan terletak pada kualitas individu pemain, melainkan pada ketidakmampuan Herdman dalam memahami karakter permainan lawan di wilayah Asia Tenggara.
“Menurut pandangan saya, John Herdman tampaknya tidak memiliki pemahaman yang memadai tentang peta sepak bola di Asia, khususnya di Asia Tenggara,” tuturnya.
Ia memberikan contoh mengenai pola permainan yang ditunjukkan oleh Kamboja dan Timor Leste, yang seharusnya bisa memberikan gambaran tentang tantangan yang akan dihadapi Indonesia saat berhadapan dengan Vietnam. Namun, Bung Ahay menilai bahwa pelatih asal Inggris ini gagal untuk menarik pelajaran berharga dari dua pertandingan tersebut.
Ketika menghadapi Timor Leste, ia mencatat bahwa lini pertahanan Indonesia beberapa kali kesulitan dalam mengantisipasi serangan balik yang mengandalkan kecepatan. Menurutnya, situasi ini seharusnya sudah menjadi peringatan sebelum menghadapi tim Vietnam.
“Pertandingan melawan Timor Leste sudah memberikan sinyal bahwa berhadapan dengan pemain-pemain cepat akan sangat berbahaya bagi kami jika terus mengandalkan pemain belakang yang tidak memiliki kecepatan,” pungkasnya.
➡️ Baca Juga: HP dan Gadget Terbaru dengan Sistem Keamanan Privasi Terkini untuk Perlindungan Maksimal
➡️ Baca Juga: Rekomendasi Restoran untuk Makan Malam di Miami yang Unik




