Hacker Iran Handala Mengklaim Berhasil Meretas Media IranWire yang Diduga Didukung CIA

Kelompok peretas yang dikenal sebagai Handala, yang diidentifikasi memiliki hubungan dengan Iran, mengklaim telah berhasil meretas dan mengambil alih kendali IranWire, sebuah media yang mereka anggap sebagai “anti-Iran.”
Dalam sebuah pernyataan resmi, Handala menyebut telah melaksanakan “operasi kompleks dan terarah” untuk mendapatkan akses penuh ke sistem IranWire. Mereka menuduh media tersebut beroperasi dengan arahan dan dukungan langsung dari CIA, meskipun tidak memberikan bukti konkret untuk mendukung klaim tersebut.
Handala mengaku telah mengekstraksi sejumlah besar dokumen, termasuk komunikasi internal, daftar individu yang dianggap sebagai kolaborator, serta data yang mereka kategorikan sebagai sangat sensitif. Mereka mengklaim bahwa informasi ini telah dilindungi dengan enkripsi dan direncanakan untuk diserahkan kepada badan intelijen Republik Islam Iran.
Kelompok ini juga menyampaikan bahwa mulai sekarang “tidak ada tempat yang aman untuk pengkhianatan atau aktivitas spionase.” Mereka mengklaim telah mengidentifikasi orang-orang yang pernah berinteraksi atau bekerja sama dengan IranWire, termasuk individu yang diduga telah mengirimkan foto, video, atau koordinat kepada badan asing.
Pernyataan tersebut diiringi dengan informasi bahwa individu-individu tersebut kini berada dalam pengawasan terus-menerus oleh apa yang mereka sebut sebagai “Poros Perlawanan.”
Handala juga memperingatkan bahwa upaya untuk menghapus data atau memutus koneksi tidak akan membuahkan hasil. Mereka mengklaim bahwa jaringan siber mereka telah menembus berbagai lapisan sistem dan infrastruktur komunikasi, sehingga setiap aktivitas yang dianggap mencurigakan dapat segera terdeteksi dan direkam.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari IranWire atau otoritas terkait yang dapat membenarkan klaim peretasan ini.
Kelompok peretas Handala sebelumnya juga mengungkapkan telah berhasil membobol akun email pribadi Direktur FBI, Kash Patel. Insiden tersebut terungkap pada Senin, 30 Maret 2026, seperti dilaporkan oleh BleepingComputer. Tindakan ini diikuti dengan pelepasan sejumlah foto dan dokumen milik Patel ke publik.
FBI telah mengonfirmasi terjadinya peretasan tersebut, menyatakan bahwa data yang dicuri merupakan informasi pribadi dan bukan data resmi pemerintah. Ini bukanlah kali pertama Patel menjadi korban peretasan.
Pengumuman tentang penambahan Patel ke daftar target mereka disampaikan oleh Handala melalui situs webnya pada Jumat, 27 Maret 2026. Kelompok peretas ini mengklaim bahwa sistem FBI yang mereka sebut ‘tidak dapat ditembus’ berhasil mereka retas hanya dalam waktu beberapa jam.
➡️ Baca Juga: KH. Rahman Usada, M.Kom. Luncurkan dalam Penghargaan Musik Tahun Ini
➡️ Baca Juga: Ustaz Solmed Buktikan Tidak Terlibat Pelecehan Seksual Sesama Jenis, Inisial SAM




